Perbankan

Soal Akuisisi Bank Permata, OJK: Bangkok Bank Penuhi Persyaratan

Bank Permata/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Langkah Bangkok Bank mengakuisisi Bank Permata sebanyak 89% dinilai sudah sesuai dengan ketentuan. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menganggap sudah memenuhi persyaratan.

“Semuanya sudah on the right track dengan Bangkok Bank,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana di Jakarta, Kamis, (5/3/2020)

Ketika ditanya kemungkinan bank dari Thailand itu melakukan akuisisi lain, Heru mengatakan ada dalam pipeline Bangkok Bank. “Nanti dipikirkan, tapi itu sudah dalam pipeline dia (Bangkok Bank),” imbuhnya.

Dalam pasal 2 Peraturan OJK Nomor 56/POJK.03/2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum menyebutkan batas maksimum kepemilikan saham pada bank yakni 40 persen dari modal bank untuk kategori pemegang saham berupa badan hukum lembaga keuangan bank dan bukan bank.

Namun, pada pasal 6 ayat 1 disebutkan badan hukum lembaga keuangan bank dapat memiliki saham bank lebih dari 40 persen dari modal bank sepanjang memperoleh persetujuan OJK.

Sementara itu, dalam pasal 5 dijelaskan calon pemegang saham pengendali yang merupakan warga negara asing dan atau badan hukum yang berkedudukan di luar negeri, harus berkomitmen mendukung pengembangan perekonomian Indonesia melalui bank yang dimiliki.

Selain itu, mendapat rekomendasi dari otoritas pengawasan negara asal dan memiliki peringkat paling rendah satu tingkat di atas peringkat investasi terendah bagi badan hukum lembaga keuangan bank.

Sebelumnya, Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank) mengumumkan telah menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat dengan Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk untuk mengakuisisi total 89,12 persen kepemilikan sahamnya di PT Bank Permata Tbk Indonesia.

Bangkok Bank adalah bank Thailand dengan jaringan internasional di 14 negara dengan pinjaman internasional melalui jaringan ini menyumbang 17 persen dari total portofolio bank.

Sebelumnya, Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Marolop Alfred Nainggolan menilai keputusan PT Astra International Tbk dan Standard Chartered Bank untuk melepas kepemilikan sahamnya di PT Bank Permata Tbk kepada Bangkok Bank Public Company Limited positif bagi industri perbankan karena membuat sektor perbankan Indonesia didukung oleh pemodal-pemodal besar di dunia.

“Penjualan saham Bank Permata ke Bangkok Bank membuat sektor finansial, khususnya perbankan memiliki dukungan modal besar. Di luar Bank BUMN, pemegang saham bank besar di Indonesia adalah raksasa finansial dunia,” ujar Marolop di Jakarta, Rabu, (18 Desember 2020).

Sejumlah bank besar di Indonesia mayoritas memiliki mitra strategis dari lembaga keuangan asing. Misalnya, Bank OCBC NISP dengan pemodal Singapura, Bank BTPN dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) asal Jepang dan Bank Danamon yang telah diakuisisi oleh Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top