Market

Serukan Solidaritas, Anis Matta: Cegah Drama Politik Soal Erupsi Semeru

Serukan Solidaritas, Anis Matta: Cegah Drama Politik Soal Erupsi Semeru
Ketua umum Partai Gelora Anis Matta memberikan sambutan saat membuka diskusi bertajuk 'Climate Change, Mitigasi Bencana dan Solidaritas Kita' diskusi di TV Gelora/Foto: Tangkapan Layar

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta mendesak perlunya membangun solidaritas mitigasi bencana terkait kasus erupsi Gunung Semeru, yang telah menyebabkan 34 orang meninggal dunia, 69 luka-luka dan 16 orang hingga kini. “Kita sudah mendengarkan bahwa peringatan dini itu, ternyata sudah dilakukan oleh BMKG atau otoritas PVMBG,” kata Anis Matta dalam Gelora TV bertajuk ‘Climate Change, Mitigasi Bencana dan Solidaritas Kita’, Kamis (9/12/2021).

Menurut Anis, mitigasi bencana ini penting dilakukan untuk meminimalisir jumlah korban jiwa dan menghindarkan adanya  ‘kebutuhan politik’ jangka pendek setiap kali ada bencana kemanusiaan. “Yang penting itu, bagaimana menghindarkan kecelakaan dan kerugian nyawa pada situasi bencana seperti itu,” katanya.

Karena itu, kata Anis Matta, disinilah perlunya kesadaran tentang perubahan iklim secara fundamental, tidak hanya mengatur masalah tata ruang, tetapi juga peningkatan teknologi kebencanaan, karena wilayah geografis Indonesia rawan bencana alam. “Sebenarnya agak memalukan kita sebagai bangsa, apalagi tergabung di G20 dan presidennya sekarang adalah presiden kita sendiri,” ujarnya.

Anis Matta berharap hal ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk mengambil langkah kongkret. Karena, setiap kali ada bencana bencana alam, banyak peristiwa atau drama politik yang menyertainya. “Ini menyedihkan, korban terus berjatuhan tanpa bisa kita melakukan langkah-langkah mitigasi yang lebih sistematis,” tegasnya.

Eks Kepala Bidang Pengamatan Dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG DR. Ir I Gede Suantika menegaskan, PVMBG sudah mengeluarkan peringatan dini sebelum erupsi Semeru, bahkan peringatan dini tersebut diberikan setiap hari. “PVMG sudah memberikan peringatan dini kepada pemerintah, kita mengeluarkan peringatan dini itu setiap hari berdasarkan hasil pengamatan yang kita lakukan,” kata I Gede Suantika.

Sedangkan Komandan Blue Helmet Indonesia Sulfiadi Barmawi menegaskan siap mendatangi lokasi bencana tak lain ingin memberikan harapan dan semangat kepada para korban bencana alam, termasuk korban erupsi Gunung Semeru, Lumajang. “Semangat kita ingin menjadi bagian dari pada orang-orang yang memberikan harapan kepada para penyintas, kepada para korban,” katanya.

Sulfiadi menambahkan semangat totalitas tanpa batas dari Blue Helmet ini mendapatkan dukungan banyak pihak. “Terkait bencana ini kita perlu, ada Sinergi dan kolaborasi yang kuat, sehingga bisa mengurangi beban masyarakat, nafas panjang pelayanan dalam bencana adalah Kolaborasi” kata Sulfiadi.

Dalam kesempatan ini, Blue Helmet menyampaikan perkembangan langsung di lokasi bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Informasi perkembangan disampaikan secara lansung oleh Ketua Blue Helmet Jawa Timur Hasan Basori. “Ini hari keempat, Blue Helmet di lokasi bencana di wilayah Pronojiwo. Satu tahun lalu, kita sudah kesini saat terjadi gempa dan kita datang lagi saat banjir bandang akibat erupsi Semeru. Bantuan yang ada sudah melimpah, tinggal menyalurkan ke lokasi-lokasi pengungsian yang sebagian besar jalurnya terputus,” kata Hasan Basori. ***

Penulis   : Arpaso
Editor     : Budiono

BERITA POPULER

To Top