Market

Aneh, Minta Tambah PMN Kok PLN-Komisi XI DPR Rapat Tertutup?

Aneh, Minta Tambah PMN Kok PLN-Komisi XI DPR Rapat Tertutup?

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Baru saja, Darmawan Prasodjo (Darmo) diangkat menjadi Dirut baru PT.PLN menggelar rapat dengan Komisi XI DPR RI terkait tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021. Namun sangat disayangkan rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi XI Dolfie Othniel Frederic Palit (Ofp) dari Fraksi PDI Perjuangan itu berlangsung tertutup. Padahal PMN diambil dari APBN, alias uang rakyat, sehingga rapat tersebut harusnya terbuka untuk rakyat.

RDP Komisi XI DPR ini merupakan rapat perdana bagi Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo.  Seperti diketahui, Pemerintah resmi memberikan penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 5 triliun kepada PT PLN (Persero) pada tahun ini. Hal ini resmi tercantum dalam Peraturan Pemerintah No.83 tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.

Peraturan Pemerintah ini ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 10 Agustus 2021 dan mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, juga 10 Agustus 2021. Berdasarkan peraturan ini, penambahan PMN ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2021.

Darmo sendiri baru saja ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi Direktur Utama PT PLN (Persero) menggantikan Zulkifli Zaini pada 6 Desember 2021. Keputusan itu keluar dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN tahun 2021. Surat Keputusan RUPS disampaikan oleh Menteri BUMN di Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta dan berlaku sejak 06 Desember 2021.

Saat penunjukan, Menteri Erick menyampaikan bahaa dalam kurun dua tahun, PLN telah memperbaiki kinerja keuangan dan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 345,4 trilliun dan mencapai laba bersih Rp 5,99 Triliun pada tahun 2020. Besaran laba ini naik 39,3 persen dibandingkan tahun 2019. PLN juga berhasil menurunkan jumlah rasio utang menjadi senilai Rp 452,4 Triliun

Kepada Darmawan Prasodjo, Menteri BUMN minta agar melanjutkan upaya transformasi yang telah dilakukan dapat terus ditingkatkan. “Transisi energi yang dilakukan PLN perlu dilakukan terobosan sehingga tidak membebani negara dan masyarakat,” ungkapnya.

Tantangan transformasi PLN ke depan tidak hanya terbatas pada perbaikan finansial PLN tetapi juga bagaimana menghadapi tantangan jaman dimana energi yang lebih hijau, digitalisasi, servis kepada masyarakat serta penerapan Ecolifestyle. “PLN perlu mempersiapkan diri untuk melakukan akselerasi bisnis dalam menghadapi trend baru seperti ekosistem kendaraan listrik dan berkolaborasi terkait electrifying lifestyle dengan pihak-pihak lain,” pesan Erick. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top