Ragam

Ratusan Tewas di Stadion Kanjuruhan, Ketum PORDI Desak Kapolri Evaluasi Kapolda Jatim dan Kapolres Malang

Ratusan Tewas di Stadion Kanjuruhan, Ketum PORDI Desak Kapolri Evaluasi Kapolda Jatim dan Kapolres Malang
Suasana pertandingan/Sumber Foto: Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Tragedi memilukan usai laga, Arema melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) menyebabkan ratusan supporter tewas mengenaskan.

Ketua umum PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung mengaku sangat prihatin atas peristiwa tersebut. Namun pihaknya menyesalkan tindakan aparat yang dinilai berlebihan dalam meredam kerusuhan. “Ada dugaan salah prosedur dan tidak profesional pihak polisi dalam mengelola dan meredam kerusuhan supporter Aremania yang marah karena klub kesayangannya, Arema FC dikalahkan oleh Persebaya,” katanya dalam keterangan resminya, Jakarta, Minggu (2/10/2022).

Lebih jauh Andi menduga penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use force) melalui penggunaan gas air mata dan pengendalian masa yang tidak sesuai prosedur menjadi penyebab banyaknya korban jiwa.
“Penggunaan Gas Air mata itu mengakibatkan suporter di Tribun berdesak-desakan mencari pintu keluar, sesak nafas, pingsan dan saling bertabrakan yang kemudian supporter terjatuh dan terinjak-injak oleh supporter yang lain,” ujarnya lagi.

Padahal, kata Mantan Ketua PBNU, jelas penggunaan gas Air mata tersebut dilarang oleh FIFA. Bahkan FIFA dalam Stadium Safety and Security Regulation Pasal 19 menegaskan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion.

Maka dari itu tindakan represif aparat kepolisian terhadap penanganan suporter dengan tidak mengindahkan berbagai peraturan yang ada adalah sebuah kesalahan fatal aparat kepolisian di daerah Jawa Timur dan Malang.

Lebih lanjut Andi Jamaro mendesak Kapolri untuk mengevaluasi pimpinan kepolisian daerah, Kapolda Jawa Timur dan Kapolres Malang, karena keduanya dinilai ikut  bertanggung jawab atas terjadinya tragedi berdarah yang menewaskan ratusan jiwa.

Selain tuntutan di atas, maka dia juga mendesak Propam POLRI untuk segera memeriksa dugaan pelanggaran profesionalisme dan prosedural serta kinerja anggota TNI-POLRI yang bertugas pada saat peristiwa tersebut.

Evaluasi secara menyeluruh segera dilakukan oleh pemerintah, PSSI dan pihak aparat keamanan serta para pemangku kepentingan di bidang olah raga agar peristiwa yang menyedihkan dan memalukan ini tidak terjadi lagi.

Sebagaimana diketahui dalam waktu dekat Indonesia akan menggelar berbagai even sepak bola berskala Asean, Asia dan Dunia, seperti Piala Dunia U-20 pada 2023 nanti. Jangan sampai tragedi Kanjuruhan tersebut berdampak negatif pada pelaksanaan berbagai even internasional tersebut.***

Penulis : M Arpas
Editor   : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top