JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) makin berkembang selama Ramadan. Bahkan UMKM ini banyak yang sudah digital, sehingga memudahkan konsumen untuk belanja online.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui program
Literasi Digital bersama Meta, mengadakan kegiatan Obral Obrol Literasi Digital (OOTD) bertajuk Menuai Berkah Digital di Masa Ramadan pada, Kamis (21/4/2022).
OOTD kali ini menghadirkan tiga narasumber yaitu, Merchant Education Lead Tokopedia Annabel, Ketua Umum Arus Informasi Santri (AIS) Anifatul Jannah dan Pegiat Literasi Digital dan Creative Director Islamidotco, M Alvin Nur Choironi.
Annabel menyatakan, kategori produk fesyen atau pakaian dan kecantikan merupakan kategori barang dan jasa paling banyak diminati konsumen, saat bulan ramadan.
“Lebaran ingin baju baru, jadi ada demand kategori (fesyen). Kedua, produk kesehatan dan perawatan tubuh,” kata Annabel dalam OOTD bertajuk Menuai Berkah Digital di Masa Ramadan, Jakarta, Sabtu (23/4/2022).
Produk lainnya ialah perlengkapan rumah tangga, yang banyak dicari saat pandemi Covid-19. Karena masyarakat jarang keluar rumah.
“Perkakas rumah tangga itu demand-nya naik. Teman yang ingin jualan parcel, bisa juga jualan kue kering. Ada hampers sambel, juga jamu,” tutur Annabel.
Menurut Annabel, konsumen belanja online di Indonesia naik
selama pandemi Covid-19.
“Bukan hanya millenial, ibu-ibu rumah tangga sudah mulai belanja online. Bahkan di kota kecil, terdapat 70 persen kenaikan belanja online,” ungkapnya.
Ketua Umum Arus Informasi Santri (AIS) Anifatul Jannah mengatakan, pesatnya perkembangan teknologi maki memudahkan aktivitas bisnis masyarakat.
“Dulu susah untuk promosi, karena tidak punya toko. Sekarang mudah, tak perlu buka toko, cukup pakai akun personal sudah bisa. Ini risiko positif,” ucap Anifatul.
Meski belanja online makin digemari, namun konsumen tetap diminta hati-hati dan waspada dengan penipuan. Pembeli harus tahu, siapa sosok penjual.
“Biasanya euforia ramadan asal (belanja) tanpa cermat untuk mempertimbangkan. Karena itu, pastikan tokonya resmi, lebih bagus siapa tahu ownernya,” imbuhnya.
“Biasanya dari akun media sosial itu terlihat ada diskusi di kolom komentar, jumlah followers sekaligus interaksinya sesuai,” tambahnya.
Pegiat Literasi Digital dan Creative Director Islamidotco, M Alvin Nur Choironi berbicara tentang konten bermanfaat dan perlu memiliki minat terhadap sesuatu.
“Satu hal paling penting, kita punya minat dan hobi. Jika sudah punya itu niscaya akan konsisten,”” ujar Alvin.
Jika ingin mengetahui konten tersebut bermanfaat, maka bisa mencari dalam mesin pencarian internet. Namun, dibarengi dengan ilmu pengetahuan.
“Fokus dan explore di situ. Jangan dilihat berapa banyak viewnya, tapi dilihat seberapa penting konten itu. Paling penting bikin konten yang bermanfaat dan berdasarkan kebutuhan,” jelasnya.
Untuk bisa mendapatkan informasi mengenai Kegiatan Obral Obrol liTerasi Digital dan Kegiatan lainnya, dapat di lihat info.literasidigital.id atau follow media sosial @siberkreasi. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Eko








