Investasi

PMLI : Efisiensi Operasional Kunci Turunkan Biaya Logistik

BOGOR, SUARAINVESTOR.COM – Para pelaku industri logistik perlu mencari solusi bersama untuk menekan biaya logistik di tanah air. Seperti efisiensi operasional di semua mata rantai industri logistik itu sendiri.

Hal itu merespon pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa beban biaya logistik di Indonesia masih tinggi, yakni sebesar 24 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa negara di Asia. Di Vietnam, misalnya, biaya logistik 20 persen dari PDB, sedangkan Thailand 15 persen.

“PMLI (Pedidikan Maritim dan Logistik Indonesia)
sebagai perusahaan yang fokus pada pengembangan dan pendidikan logistik terus mengembangkan kompetensi tenaga professional di bidang kepelabuhanan, agar kinerja tenaga kepelabuhanan makin efisien; waktu, tenaga dan biaya operasional akan berujung pada turunnya biaya logistik nasional,” demikian Amri Yususf, Direktur Utama PT Pedidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), di Bogor, Rabu (20/11/2019).

Hal itu dilakukan setelah penandatanganan kerja sama pengembangan kompetensi tenaga professional di industri logistik, dengan Chartered Institute of Logistics &Transport Indonesia (CILT Indonesia).

CILT Indonesia merupakan lembaga internasional yang memberikan pelatihan dan sertifikasi di bidang logistik dan transportasi bagi para eksekutif yang berkecimpung di dunia logistik. Kolaborasi ini semakin relevan dengan kebutuhan, mengingat para pelaku industri logistik tengah berupaya menurunkan biaya logistik nasional.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa beban biaya logistik di Indonesia masih tinggi, yakni sebesar 24 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan beberapa negara di Asia. Di Vietnam, misalnya, biaya logistik 20 persen dari PDB, sedangkan Thailand 15 persen.

Menurut Amri, Indonesia adalah salah satu pasar dengan industri logistik dan transportasi yang berkembang pesat. Salah satu pemicu pertumbuhan yang signifikan terletak pada pertumbuhan yang cepat di bisnis e-commerce.

“Kondisi ini sebenarnya bisa menjadi peluang. Penyedia layanan logistik (LSP) perlu bergerak maju untuk mencari model bisnis baru yang se makin kompetitif dan menguntungkan,” ujarnya.

PMLI mencermati trend logistik ini, karena PMLI berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas, khususnya di sektor kepelabuhanan agar operasional di pelabuhan sebagai salah satu mata rantai logistik semakin kompetitif, efektif dan efisien.

Selama lima tahun terakhir, Indonesia telah banyak berinvestasi dalam infrastruktur yang dirancang untuk menurunkan biaya logistik yang relatif tinggi yang menghambat bisnis di negara kepulauan yang luas di 17.000 pulau.

“Program jalan tol laut pemerintah, misalnya, berangkat untuk memperbaiki infrastruktur kelautan Indonesia yang sudah menua dan tidak efisien, termasuk pembangunan hingga 35 pelabuhan baru,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top