Infrastruktur

Penawaran Dinilai Tak Wajar, Lelang Proyek Penataan Situ Cipondoh Diduga “Diatur” Oknum

Penawaran Dinilai Tak Wajar, Lelang Proyek Penataan Situ Cipondoh Diduga "Diatur" Oknum
Proyek Penataam Situ Cipondoh, Kota Tangerang/Foto: Chandra

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM-
Masyarakat menyoroto poyek penataan Situ Cipondoh, karena dinilai penawaran pemenang proyek tersebt dianggap tak wajar. Poyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten tahun 2022 diduga “diatur” oleh sejumlah oknum. “Kami menduga ada praktik kongkalikong dalam proyek ini. Banyak pihak yang minta saweran dalam proyek fisik ini,” kata Ketua BPAN Kota Tangerang, H Muhdi, Minggu (20/7/2022).

Berdasarkan informasi, PT Legend Bukit Konstruksi (LBK) yang beralamat di Palembang, Sumsel menjadi pemenang lelang dalam proyek ini dengan angka penawaran Rp 24,2 miliar. “Angka penawaran pemenang lelang ini hanya turun kurang lebih satu persen dari pagu anggaran. Hal ini kami anggap tidak wajar. Diduga lelang ini dikondisikan, karena ada indikasi perusahaan ini dipakai oleh rekanan di Banten,” papar H Muhdi lagi.

Dalam laman LPSE Provinsi Banten, PT Legend Bukit Konstruksi merupakan satu dari lima perusahaan yang memasukan penawaran dalam paket lelang penataan Situ Cipondoh ini. Pemenang merupakan penawar dengan harga paling tinggi.

Dalam dua tahun terakhir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Banten menggarkan lebih dari Rp30 miliar untuk Situ Cipondoh. Tahun 2020 lalu ada proyek Rp 9 miliar lebih untuk revitalisasi.

“Penataan dan revitalisasi ini pekerjaan mirip mirip bahkan cenderung sama. Aparat penegak hukum harus awasi proyek dari dana rakyat ini,” tegas H Muhdi.

Lebih jauh, Muhdi menjelaskan BPAN Kota Tangerang sedang melakukan pengumpulan data terkait dugaan pengaturan proyek ini, dan akan melaporkan ke aparat penegak hukum, jika memang ada dugaan kuat pelanggaran pidana dalam pelaksanaan tender proyek tersebut. “Kita akan melaporkan jika indikasi pengaturan ini benar ada, dugaan sangat kuat, karena proyek ini penawarannya hanya turun satu persen, kita juga akan meminta klarifikasi kepada Dinas PUPR Provinsi Banten, dan ULP Provinsi Banten, karena sangat mungkin ada oknum bermain,” katanya

Sebelumnya proyek ini juga sudah pernah dikerjakan pada tahun 2020 lalu itu sempat dihentikan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim, karena dinilai menyalahi tujuan dan fungsi, pembangunan jogging track di bibir Situ Cipondoh Kota Tangerang, disetop Gubernur Banten Wahidin Halim.
Wahidin yang melihat langsung proses pembangunan yang berada di pinggir Situ Cipondoh, Jalan KH Hasyim Asyari, merasa geram. Pasalnya, kontraktor dinilai bukannya melakukan normalisasi situ, malah melakukan pengurukan situ. “Suruh jangan ada kerja dulu, setop dulu! Bukannya normalisasi, malah ngurangin lahan (situ),” tegas Wahidin, Jumat, (13/11/2020) lalu

WH, sapaan akrab orang nomor satu di Banten ini mengaku geram ketika tahu awal pembangunan tersebut malah menguruk situ dan akan dijadikan plasa atau tempat berkumpul orang-orang.

“Harus dari ulang pembangunannya, keruk lagi! Jangan ada penyempitan lahan,” kata Wahidin kepada wartawan saat itu.

Diketahui Situ Cipondoh memiliki luas sekitar 14 hektare, namun belakangan menyusut menjadi sekitar 120 hektare. Nantinya, sepanjang bibir situ akan dibuat jogging track untuk dimanfaatkan warga.

Bukan hanya sebagai sarana olah raga dan normalisasi situ, melainkan juga agar tak dimanfaatkan secara ilegal untuk tempat tinggal ataupun mendirikan bangunan.

Hingga berita ini diturunkan, suarainvestor.com belum bisa menghubungi manajemen PT Legend Bukit Konstruksi (LBK). ***

Penulis : A Rohman
Editor   : Chandra

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top