JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-BUMN yang mengurus usaha mikro, PT.Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong para nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) untuk berani berinvestasi, alias keluar dari zona nyaman. Karena itu, pelaku usaha ultra mikro bisa naik kelas dengan berbagai program edukasi keuangan. “Serta ada kemauan yang kuat untuk berkembang,” kata Direktur Operasional, Digital, dan Teknologi Informasi PNM, Sunar Basuki di Jakarta, Minggu (7/7/2024).
Lebih jauh Sunar menjelaskan bahwa PNM memfasilitasi untuk modal intelektual lewat berbagai program edukasi keuangan mulai dari tabungan, investasi hingga pengelolaan keuangan untuk usaha.
Adalah, Dahlia Naomi,
nasabah Mekaar yang telah mendapat manfaat dari edukasi keuangan yang diberikan PNM.
Pengusaha UMKM berskala rumah tangga yang memproduksi sambal telah berinvestasi tabungan emas dari BRI dan Pegadaian. “Sering diberikan informasi tentang literasi keuangan sama petugas Mekaar, terus akhirnya diperkenalkan dengan salah produk tabungan emas dari pegadaian,” ujarnya.
Diakui Dahlia, setelah cari tahu lebih dalam ternyata tabungan emas sangat menjanjikan untuk investasi masa depan. Dengan omzet jualan per bulan sebesar Rp5 juta, keuntungannya bisa disisihkan sekitar Rp200 ribu untuk tabungan emas sebagai dana investasi. “Jadi saya berkomitmen memanfaatkan investasi ini untuk keperluan pendidikan,” paparnya.
Selain investasi melalui emas, Dahlia juga turut mengikuti pelatihan literasi keuangan mengenai investasi Reksa Dana yang diinisiasi oleh PNM berkolaborasi dengan BRI Group lainnya. Baginya, pelatihan yang diberikan oleh PNM sangat memberikan pencerahan bagi nasabah Mekaar yang masih awam dengan investasi.
BRI, Pegadaian, dan PNM berkomitmen untuk mengembangkan ekonomi di tingkat bawah melalui Holding Ultra Mikro, memberdayakan pelaku usaha ultramikro agar mereka tak hanya menjadi agen pertumbuhan ekonomi lokal, namun turut serta dalam pembangunan ekonomi nasional secara menyeluruh.
Per Maret 2024, jumlah nasabah PNM yang naik kelas ke Pegadaian ataupun BRI telah mencapai 1,35 juta nasabah.***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








