Opini

OTT Ketum PPP Bukan Jebakan

*) Azmi Syahputra

Operasi Tangkat Tangan (OTT) terhadap Ketua Umum PPP, Romahurmuzy, Jumat lalu (15/3/2019) sangat memperihatinkan. Karena kejadian ini merupakan pukulan telak.

OTT terhadal ketua umum parpol lagi lagi menunjukkan politisi “semakin sakit”. Karena setingkat ketua umum masih saja ikut mengatur kewenangan bagi bagi pengisian jabatan dan kandas dalam putaran uang.

Ketua umun partai setingkat pengurus nasional masih saja “bermain” dan ikut ambil bagian ratusan juta. Artinya uang nilai jumlah demikian saja diambil apalagi jika nilainya makin besar, pasti nampak sifat aslinya, berani curang dan rakus.

Kalau ada nilai uang yang lebih besar pasti akan lebih mau ikut serta dalam bagian kerjaan walaupun harus dilakukan dengan cara curang .

Ini memalukan, salah satu ketua umum parpol besar, warna dan konsepnya jelas berbasis agama, seharusnya jadi panutan kok malah jadi tontonan kurang baik.

Dalam hukum pidana ini disebut dengan dolus (kesengajaan) bahwa perbuatan ini dilakukan oleh yang bersangkutan selaku ketua umum partai dan pihak pihak yang ikut terlibat dimana mereka sangat tahu apa yang dikerjakan, termasuk risikonya dan mereka berkehendak, jadi antara yang memilih fungsi peran jadi makelar, pembeli dan penjual jabatan ini ada keinginan yang sama, tujuan yang sama.

Ini tidak bisa main sendiri, sehingga disepakati nilai besaran nominal tersebut, untuk mengisi jabatan di level Kementerian Agama dan kapan diadakan serah terima uang tersebut, ini sadar banget jadi sangat sengaja apalagi pakai termyn dimana sebelumnya sudah terima uang untuk jual jabatan.

Tentunya mereka mereka yang terlibat dalam modus ini, punya keinginan yang sama sehingga KPK dalam penyidikan segera dapat mempetakan siapa yangg berperan maksimal dan dominan dalam penjualan jabatan ini .

Hukum itu mengenal asas accesoriumnon ducit, sed sequitur,suum principale. ( pelaku pembantu tidaklah memimpin, melainkan mengikuti pelaku utamanya) akan diketahui siapa pelaku utamanya segera dalam OTT ini.

Perlu di ketahui di level Kementerian Agama saja melazimkan hal curang begini apalagi dipelopori langsung oleh ketua umum partai yang basisnya atas nama agama, miris mau marah campur sedih, habislah anak anak muda politisi potensial penerus bangsa gara gara perilaku korupsi , ini pasti ada yang salah harus segera berbenah.

Seharusnya ketua parpol itu memberikan contoh perilaku dan membawa praktik demokrasi yang tumbuh, berkembang, mewarnai dan selamat bagi Indonesia (cinta bangsa ) bukan dengan cara melampiaskan diri sampai di OTT dan bekerja curang dengan cara yang tidak lazim dan tidak patut sampai melanggar perintah undang undang. ***

 

*)Ketua Alpha dan Dosen FH U BK

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top