Nasional

Sinergi UNJ-PORDI Gelar Seminar: Olahraga Domino Jaga Kesehatan Kognitif dan Tingkatkan Kecerdasan

Sinergi UNJ-PORDI Gelar Seminar: Olahraga Domino Jaga Kesehatan Kognitif dan Tingkatkan Kecerdasan
Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si/foto: eko

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Olahraga domino kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai permainan rekreasi, melainkan telah berkembang menjadi olahraga pikiran (mind sport) yang menuntut kecerdasan, konsentrasi, serta kemampuan berpikir strategis. Dalam pertandingan domino, setiap keputusan yang diambil pemain bukan didasarkan pada keberuntungan semata, tetapi melalui proses pengamatan, analisis, perhitungan, dan pengambilan keputusan yang cepat. “Karena itu, domino memiliki keterkaitan yang erat dengan science (sains) dan ilmu matematika,” kata Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Dr. Komarudin, M.Si, didampingi Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si, serta Sekretaris Jenderal PB PORDI, Prof. Dr. H. Mansyur Achmad KM, M.Si dalam sambutan Seminar Nasional bertema “Olahraga Domino dalam Perspektif Holistik: Integrasi Sport Science, Kesehatan, Sport Industry, Budaya dan Sosial Menuju Indonesia Emas” di Aula Lantai 3 GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jumat, (26/6/2026).

Olahraga domino terus menunjukkan perkembangan sebagai cabang olahraga yang semakin mendapat perhatian dari kalangan akademisi dan organisasi olahraga nasional. Seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta dengan Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI). “Kegiatan tersebut menjadi forum ilmiah untuk mengkaji olahraga domino dari berbagai perspektif, mulai dari ilmu keolahragaan, kesehatan, industri olahraga, hingga aspek budaya dan sosial,” ujarnya.

Dari perspektif sains, kata Komarudin, bahwa olahraga domino merupakan aktivitas yang merangsang fungsi kognitif otak. Selama pertandingan, pemain harus mengingat kartu yang telah dimainkan, mengamati pola permainan lawan, memprediksi kemungkinan kartu yang masih tersisa, kemudian menentukan langkah terbaik. “Proses ini melibatkan kemampuan berpikir kritis, daya ingat, konsentrasi, serta keterampilan memecahkan masalah (problem solving),” terangnya lagi.

Sementara itu, Ketua Umum PB PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, M.Si, menjelaskan bahwa dalam kajian neurosains, aktivitas tersebut mengaktifkan beberapa bagian penting otak, seperti korteks prefrontal yang berperan dalam menyusun strategi dan mengambil keputusan, serta hippocampus yang berfungsi menyimpan dan mengingat informasi. Semakin sering seseorang berlatih domino, semakin terasah pula kemampuan otaknya dalam mengolah informasi secara cepat dan akurat. Tidak mengherankan jika permainan strategi seperti domino sering dikaitkan dengan upaya menjaga kesehatan kognitif dan meningkatkan kemampuan berpikir analitis.

Selain melatih kecerdasan, lanjut Mantan Ketua PBNU itu, bahwa domino juga mengembangkan aspek psikologis pemain. Atlet domino dituntut memiliki kesabaran, pengendalian emosi, fokus, dan ketahanan mental ketika menghadapi tekanan pertandingan. Kemampuan menjaga konsentrasi selama pertandingan berlangsung merupakan bagian penting dalam mencapai performa terbaik.   Sementara itu, dari sisi ilmu matematika, domino merupakan permainan yang sarat dengan penerapan konsep peluang (probability), kombinatorika, statistika, dan logika matematika. Pemain secara terus-menerus menghitung kemungkinan kartu yang dimiliki lawan berdasarkan kartu yang telah muncul di meja. Semakin banyak informasi yang diperoleh, semakin akurat pula strategi yang dapat disusun.

Konsep kombinatorika terlihat pada susunan satu set domino standar yang terdiri atas 28 keping dengan kombinasi unik angka 0 hingga 6. Pemahaman mengenai kombinasi tersebut membantu pemain memperkirakan distribusi kartu yang masih berada di tangan lawan. Di sisi lain, kemampuan mengingat frekuensi kemunculan angka tertentu merupakan bentuk penerapan statistika sederhana yang dilakukan secara mental selama permainan.

Domino juga berkaitan erat dengan teori permainan (game theory), yaitu cabang matematika yang mempelajari strategi pengambilan keputusan dalam situasi kompetitif. Setiap langkah yang diambil harus mempertimbangkan kemungkinan respons lawan sehingga pemain dituntut berpikir beberapa langkah ke depan. Pendekatan ini juga digunakan dalam ilmu ekonomi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan ilmu komputer.

Melihat berbagai aspek tersebut, olahraga domino merupakan perpaduan antara sains dan matematika yang diterapkan secara praktis. Permainan ini tidak hanya melatih kemampuan berpikir logis dan strategis, tetapi juga membangun disiplin, konsentrasi, serta kemampuan menganalisis informasi secara sistematis. Oleh karena itu, domino layak dipandang sebagai olahraga intelektual yang memiliki nilai edukatif tinggi dan dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis di era ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam seminar ini dibahas bagaimana olahraga domino tidak lagi dipandang semata sebagai permainan tradisional, tetapi mulai dikembangkan sebagai olahraga prestasi yang memerlukan dukungan sport science, sistem pembinaan atlet, tata kelola organisasi, riset akademik, serta pengembangan industri olahraga. Penyelenggaraan seminar ini juga menjadi kelanjutan dari berbagai kajian akademik yang sebelumnya dilakukan oleh FIKK UNJ bersama PB PORDI mengenai transformasi domino menjadi olahraga prestasi berbasis ilmu pengetahuan. Kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen dunia akademik dalam memberikan landasan ilmiah bagi pengembangan olahraga domino di Indonesia.

Melalui Seminar Nasional ini, PB PORDI dan Universitas Negeri Jakarta berharap dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, organisasi olahraga, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem olahraga domino yang modern, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan olahraga nasional menuju Indonesia Emas.***

Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top