Perbankan

OJK Percepat Transformasi Digital Sektor Jasa Keuangan

OJK Percepat Transformasi Digital Sektor Jasa Keuangan
Ilustasi Digitalisasi Sektor Jasa Keuangan/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida mengakui OJK telah menginisiasi akselerasi transformasi digital sektor jasa keuangan. Kebijakan ini tertuang dalam Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2024 dan Roadmap & Action Plan Inovasi Sektor Jasa Keuangan 2020-2024. “Sejak 2021 OJK telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk menghadapi berbagai perkembangan dan tantangan di sektor jasa keuangan,” katanya di Jakarta, Selasa (14/12/2021).

Menurut Nurhaida, salah satu yang menjadi prioritas adalah percepatan digitalisasi serta optimalisasi ekosistem digital, dan peningkatan literasi digital. Selain itu Nurhaida juga menyoroti perkembangan pada sektor teknologi, terutama dengan penggunaan aplikasi Big Data, Artificial Intelligence yang memunculkan berbagai produk dan model bisnis baru, antara lain hadirnya Bigtech, Neo Bank, Lifestyle Center dan Super-Apps.

“Perkembangan pada sektor teknologi menyadarkan kami bahwa terdapat tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian regulator dalam membawa transformasi digital ke depan, yaitu integrasi, disrupsi, dan kapasitas antara fintech, regulator dan pelaku dari berbagai sektor ekonomi.” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir mengatakan selama BFN dan The 3rd Indonesia Fintech Summit (IFS) yang merupakan kolaborasi BI, OJK, AFTECH, AFSI, dan AFPI ini, telah berlangsung lebih dari 111 kegiatan virtual yang terdiri dari webinar, IG Live, dan podcast dengan lebih dari satu juta partisipasi aktif masyarakat yang menonton dan mengikuti aneka kegiatan tersebut.

Pandu menilai, BFN dan IFS ini dapat menjadi titik awal yang baik untuk memperlihatkan perkembangan digital di Indonesia menuju G20 yang akan dilangsungkan pula di Bali di 2022 mendatang. “Terima kasih untuk BI dan OJK yang telah menghubungkan ketiga asosiasi fintech di Indonesia,” ungkapnya.

Dengan kolaborasi, kata Pandu, ternyata dapat membuat acara dengan sangat besar. Acara ini sangat bagus untuk menjadi permulaan bagi perhelatan G20 tahun depan. “Kita dapat menunjukkan kepemimpinan dan sinergi di bidang digital melalui acara ini dengan baik,” terangnya.

Pand berharap semoga BFN dan IFS tahun 2022 lebih besar lagi dengan capaian yang lebih baik untuk mewujudkan inklusi keuangan di Indonesia,” pungkasnya. ***

Penulis    :  Iwan Damiri

Editor     :   Kamsari

BERITA POPULER

To Top