Industri & Perdagangan

Soal Lulusan Ekonomi Kreatif, Nurliyana: Jadikan Kreativitas Sebagai Fondasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Soal Lulusan Ekonomi Kreatif, Nurliyana: Jadikan Kreativitas Sebagai Fondasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Industri ekonomi kreatif menjadi perhatian serius pemerintah. Pasalnya, kontribusinya terhadap perekonomian nasional cukup signifikan dan mampu menggerakan UMKM. Pegiat Pendidikan ekonomi kreatif harus sejalan dengan semua sektor kehidupan, temasuk menggandeng masjid-masjid yang banyak memiliki jamaah. “Saya mengajak untuk mendukung peran pegiat pendidikan ekonomi kreatif. Karena mereka bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga harapan baru,” kata Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif, Hj Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan dalam sambutan Grand Lauching Organisasi Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif di Masjid Baitul Hilmi, Jakarta, Sabtu (22/3/2025).

Hadir dalam dalam grand lauching yang bertema “Berbagi di Bulan Ramadhan 1446 H/2025, antara lain Sekjen Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Sudarto, Istri Walikota Jakarta Barat, Lisniawati Uus Kuswanto, Ketua Yayasan Fatmawati. Kegiatan ini diramaikan sekitar 30 UMKM ekonomi kreatif, misalnya saja makanan tradisional Soimay, Camilan dan lain-lainnya.”Mereka tidak hanya mencetak lulusan, tapi juga pelaku perubahan. Mari kita perkuat gerakan ini, dari ruang kelas ke ruang -ruang komunitas, dari kota hingga pelosok negeri. Jadikan kreativitas sebagai fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Liya-sapaan akrabnya.

Lebih jauh Liya menjelaskan bahwa organisasi pegiat ekonomi kreatif sebagai wadah para pemuda yang terjun dunia kreatif. “Kami punya kelas kelas untuk membimbing anak anak muda menghasil produk kreatif. Sejumlah mentor untuk membuat produk kerajinan tangan,” terangnya.

Tak hanya itu, Kandidat Doktor dari Universitas Negeri Jakarta itu menambahkan bahwa gerakan para ibu dan anak muda diantaranya beberapa kelas yang sudah dibuat kelas patchwork, kelas tari, kelas aksesoris, kelas yoga tentunya sudah berkolaborasi dengan menthor menthor yang handal. “Jadi Kolaborasi sebagai Kunci. Namun, perjuangan para pegiat ini tidak bisa sendiri. Mereka butuh dukungan kebijakan, infrastruktur, akses pasar, dan tentu saja pengakuan,” imbuhnya.

Sekjen DNIKS Sudarto mengapresiasi para pegiat ekonomi kreatif/Foto: eko

Sekjen DNIKS Sudarto mengapresiasi para pegiat ekonomi kreatif/Foto: eko

Sementara itu, Sekjen DNIKS Sudarto menyambut baik pendirian organisasi pegiat ekonomi kreatif tersebut. Apalagi ekonomi kreatif memberikan kontribusi nyata terhadap perekomian negara. “Ekonomi kreatif lebih banyak memberdayakan kalangan UMKM yang mayoritas dilakukan kaum perempuan,” ujarnya.

Pihak DNIKS, kata Sudarto sudah tentu mendukung program dan langkah-langkah konkret yang dilakukan para pegiat ekonomi kreatif. “Tadi disebutkan banyak pelatihan dan ruang ruang kelas yang dibuka untuk meningkatkan skill dan keterampilan,” imbuhnya.***

Penulis   :  Iwan Damiri

Editor     :  Kamsari

BERITA POPULER

To Top