Perbankan

Mirae Asset Prediksi Suku Bunga Acuan BI Turun Tahun Ini

Mirae Asset Prediksi Suku Bunga Acuan BI Turun Tahun Ini
Head of Research Team Mirae Asset, Robertus Hardy/Sumber Foto: Dok Mirae Asset

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Tim Mirae Asset memprediksi Bank Indonesia (BI) berpotensi menurunkan suku bunga acuan domestik, beberapa sektor yaitu barang konsumsi (siklikal dan non-siklikal), dan keuangan, akan berkinerja lebih tinggi dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). “Kami meyakini situasi ketika Bank Indonesia berpotensi melonggarkan kebijakan moneternya seperti sekarang, mirip dengan pasca krisis finansial global 2008 dan pandemi Covid-19 pada 2020,” kata Head of Research Team Mirae Asset, Robertus Hardy di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Di antara kedua periode tersebut, ketiga di atas mampu membukukan kinerja positif yang konsisten dan signifikan. Dari sektor barang konsumsi non-siklikal beberapa saham di antaranya adalah UNVR, ICBP, MYOR, AMRT, dari sektor barang konsumsi siklikal ada ACES dan MAPI, serta dari sektor keuangan ada BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI.

Dengan pertimbangan sektor-sektor tersebut dan dengan pertimbangan kinerja operasional dan finansial yang solid, Robert mengatakan pilihan saham (stockpick) masih pada BBCA, BBRI, HOKI, AMRT, ACES, MAPI, TLKM, ISAT, dan ASII. Prediksi nilai wajar IHSG juga masih ditetapkan pada 8.100 untuk tahun ini yang mencerminkan valuasi 14x P/E ratio dengan prediksi pertumbuhan laba per saham (EPS) 5%-6%.

Lebih lanjut Robertus memprediksi IHSG bisa menyentuh level 7.600 di kuartal I/2024 seiring dengan sentimen Pilpres 2024. Pergerakan indeks akan ditopang oleh saham-saham bank besar, telekomunikasi, konsumer siklikal dan non siklikal. “Posisi itu akan terpenuhi jika memenuhi dua faktor yaitu kepastian Pemilu dan kebijakan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia,” paparnya lagi.

Robertus mengatakan tantangan terkait dengan proses pemilu dan upaya dari beberapa kalangan untuk menggugat hasil Pemilu, jadi tentu bukan merupakan sentimen yang baik untuk investor. Hal ini akan terkait dengan meningkatkan ketidakpastian setidaknya 30 hari ke depan.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Chandra

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top