Industri & Perdagangan

Menkop UKM Akui Usaha Kecil Belum Jadi Bagian Industrialisasi

Menkop UKM Akui Usaha Kecil Belum Jadi Bagian Industrialisasi
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki (tengah)/Foto: John Andhi Oktaveri

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) belum menjadi bagian dari industrialisasi dalam meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi.

Hal itu disampaikan Teten dalam Rapat Kerja dengan Komite IV DPD yang dipimpin oleh Ketua Komite IV Elviana, senator asal Provinsi Jambi, Selasa (2/4/2024).

Teten menuturkan meskipun UMKM di Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi nasional dengan persentase di atas 90 persen, namun hampir sebagian besar sektor tersebut belum jadi rantai pasok dari industri UKM. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) akan berupaya untuk menghubungkan usaha mikro ke dalam rantai pasok industri, katanya.

“Di Indonesia, banyak UMKM yang bersifat rumahan atau mandiri. Mereka produksi sendiri, beli bahan baku sendiri, memasarkan sendiri,” katanya.

Kondisi itu, membuat UMKM kita sulit mengakses bahan baku, pembiayaan, maupun produksi yang lebih luas.
Menurutnya, akibat ketimpangan itu tidak terjadi transfer pengetahuan yang membuat UMKM tidak produktif. Belum lagi kondisi wabah Covid-19 yang sempat melanda Indonesia sehingga sektor usaha yang menguasai hayat hidup orang banyak itu ikut terdampak.

Teten menuturkan bahwa sejak 1998, Indonesia terus mengalami deindustrialisasi, di mana kontribusi industri besar terhadap PDB hanya sebesar 18 persen. Namun demikian, pemerintah terus berupaya menyiapkan industrialisasi bahan baku, salah satunya melalui hilirisasi agar memperbesar kontribusi ekonomi industri yang lebih besar.

“Kalau industri tidak tumbuh, maka lapangan kerja sulit tersedia. Akibatnya, mereka hanya bisa membuka usaha mikro. Jika makin banyak usaha mikro yang tumbuh, persaingan di level itu pun makin tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Elviana mengakui persoalan permodalan usaha untuk sektor usaha UKMK masih menjadi masalah yang terus terjadi, namun demikian pihaknya terus mendorong berbagai upaya untuk menggerakkan sektor ekonomi tersebut untuk mendorong pertumbuahn ekonomi nasional.

Selain itu, Elviana juga menggugah agar pemda lebih paham yang menjadi kebutuhan UMKM di lapangan tak semata-mata soal modal. Begitu juga dengan pendampingan dari sisi SDM, teknik produksi hingga manajemen keuangan. Dia mencontohkan dalam hal pemasaran seperti produk bambu yang banyak dihasilkan di Provinsi Jambi.***

Penulis : John Andhi Oktaveri

Editor  :  John Andhi Oktaveri

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top