PURWAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Produk pertanian Indonesia terus merambah ke berbagai negara Eropa. Karena rasa buah tropis, sangat unik. Buah Manggis, kini menjadi ekspor unggulan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, karena mampu menembus pasar Rusia.
“Rasanya khas sekali. Saya kira, ini daya tarik. Kini sudah membanjiri Eropa dan Timur Tengah,” kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto, di sela Festival Manggis di Purwakarta, Jabar, Sabtu, (14/3/2020).
Menurut Prihasto, buah manggis Purwakarta memiliki kekhasan yang bisa menjadi daya tarik konsumen di wilayah Eropa. “Kami mendorong ekspor manggis Purwakarta ke negara Eropa lainnya Rusia,” tambahnya.
Selain itu, lanjut Prihasto, negara di Timur Tengah juga kini sudah menjadi pasar tetap manggis Purwakarta, karena mengonsumsinya secara rutin untuk kesehatan.
Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menyampaikan pada tahun ini petani manggis di Purwakarta memanen 74 ribu ton manggis yang berasal dari 1.500 hektare lahan di lima kecamatan. “Kita sudah bisa ekspor dengan jumlah itu. Tapi, karena imbas virus corona, ekspornya kita urungkan. Jadi, kita maksimalkan untuk kebutuhan manggis di Purwakarta dan wilayah sekitarnya. Karena itu, saya katakan, panen tahun ini khusus untuk warga Purwakarta,” kata dia.
Sementara itu, aneka lomba digelar panitia untuk memeriahkan Festival Manggis 2020 di antaranya lomba makan manggis, tebak manggis, dan menyusun buah manggis.
Berdasarkan catatan Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, luas perkebunan manggis di Purwakarta mencapai 1.500 hektare yang tersebar di empat kecamatan, yakni, Kecamatan Wanayasa, Kecamatan Bojong, Kecamatan Kiarapedes dan Kecamatan Darangdan.
Produksi setiap panen raya buah manggis rata-rata mencapai 47 ton per hektare. Jumlah itu sudah memiliki orientasi ekspor ke berbagai negara.








