Nasional

Mahasiswa IAIN Cirebon Temui FPKB DPR, Keluhkan Kesejahteraan Guru Madrasah dan PPPK

Mahasiswa IAIN Cirebon Temui FPKB DPR, Keluhkan Kesejahteraan Guru Madrasah dan PPPK
Mahasiswa IAIN Cirebon Temui FPKB DPR, Keluhkan Kesejahteraan Guru Madrasah dan PPPK/foto suarainvestor

JAKARTA,SUARAINVESTOR.COM – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menerima audiensi dari mahasiswa Magister Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam, pada Kamis (13/7/2023).

Sejumlah topik menjadi tema bahasan pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Komisi VIII, Kompleks Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Salah satunya yakni tentang pengelolaan sistem pendidikan di Tanah Air yang dianggap perlu ada perbaikan. Apalagi, belakangan muncul problem penerimaan siswa baru yang banyak dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, mereka juga membawa aspirasi para guru, khususnya guru PPPK serta madrasah yang dianggap jomplang penghasilannya ketimbang guru pegawai negeri sipil. Juga tentang implementasi UU Pesantren yang dinilai kurang maksimal dijalankan sejak disahkan tahun 2019 lalu.

“Kami siang ini menerima kunjungan audiensi dari civitas IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Beragam masukan kami catat untuk kami perjuangankan dengan kewenangan legislasi, budgeting, serta pengawasan yang kami punya,” kata Kiai Maman Imanulhaq kepada wartawan, Jumat (14/7/2023).

Usai ditemui di Komisi VIII DPR, puluhan mahasiswa asal IAIN Cirebon pun melanjutkan audiensi dengan Fraksi PKB di Ruang Rapat Fraksi PKB. Di sana mereka meminta Fraksi PKB untuk terus memperjuangkan aspirasi dari mahasiswa dan masyarakat di berbagai bidang.

Salah seorang perwakilan mahasiswa kemudian meminta PKB untuk bisa meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. Pasalnya, suara perempuan di tingkat nasional dianggap belum cukup kuat untuk menyuarakan kepentingan kaum hawa.

Kesempatan itu, kata Masduki Duryat dosen IAIN Syekh Nurjati yang ikut dalam rombongan, juga dimanfaatkan para mahasiswa untuk belajar tentang pengelolaan negara, khususnya soal teknis pengambilan kebijakan pendidikan di Dewan Perwakilan Rakyat.

“Audiensi ini juga untuk menumbuhkembangkan intelektualitas dan partisipasi akademisi dalam upaya meningkatkan kesadaran pendidikan ditengah-tengah masyarakat,” kata Masduki.

Penulis: M Arpas

Editor: Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top