PADANG PANJANG, SUARAINVESTOR.COM-Ketua umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF), Hj Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan mendorong DPD PPEKRAF Sumatera Barat terus berkreasi agar produk-produk ekonomi kreatif daerah bisa tampil di pasar nasional dan internasional. Produk ekonomi kreatif Indonesia secara motif dan kualitas tidak kalah dengan asing. “Pasalnya, kita punya kearifan lokal yang tidak dimiliki asing. Jadi ini sebuah keunggulan daerah,” katanya usai melantik Ketua DPD PPEKRAF Sumatera Barat, Maria Feronika di Padang Panjang, Jumat (1/5/2026).

Ketua DPD PPEKRAF SUMBAR Maria Feronika bersama Ketua Umum PPEKRAF Hj Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan usai pelantikan di Padang Panjang, Jumat (1/5/2026).
Seperti diketahui, bahwa istri Walikota Padang Panjang, Maria Feronika resmi menjabat Ketua DPD SUMBAR Periode 2026-2028. “Saya melihat bahwa PPEKRAF SUMBAR bisa bersinergi dengan kegiatan Sumbar Creative Economy Festival (SCF) yang sudah berjalan baik,” ujarnya.
Menurut Liya-sapaan akrabnya, bahwa pelantikan ini sekaligus mengambil momentum peringatan Hari Kartini. “Semangat Kartini telah menyebar ke seluruh Nusantara, termasuk di Sumbar. Kartini-Kartini modern memberi warna kemajuan industri ekonomi kreatif,” terangnya.

Sementara itu Ketua DPD PPEKRAF SUMBAR, Maria Feronika menegaskan siap membesarkan organisasi PPEKRAF secara profesional dan independen. “Kita akan bekerjasama dengan semua lembaga untuk memajukan industri ekonomi kreatif lokal,” imbuhnya.
Berdasarkan data 2025, ekonomi kreatif (ekraf) di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan pesat dengan fokus pada digitalisasi, local wisdom (kearifan lokal), dan keberlanjutan (green economy).
Produk ekraf yang paling banyak diminati antara lain, berdasarkan tren transaksi di Sumbar Creative Economy Festival (SCF) 2025, antara lain: Kuliner Khas Minang (Tertinggi): Rendang (daging/ayam), sate Padang, gulai nangka, dan olahan makanan khas lainnya masih menjadi primadona.
Fashion & Kerajinan (Kriya): Pakaian dengan sentuhan wastra lokal (seperti songket atau batik tanah liek) serta kerajinan tangan khas Sumbar.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








