Ragam

Ketua Umum DNIKS Terima 2 Srikandi Pegiat Kesejahteraan Sosial

Ketua Umum DNIKS Terima 2 Srikandi Pegiat Kesejahteraan Sosial
Dari kiri ke kanan: Ketua DNIKS, Ali Nurdin Abdul Gani, Ketua umum DNIKS, A Effendy Choirie, Ketua BK3S Jatim Pinky Saptandari, Ketua DNIKS Thamrin Ferly dan Ketua DNIKS Sudarman/foto: eko

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Ketua umum Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS), A Effendy Choirie menerima kunjungan 2 Srikandi pegiat kesejahteraan sosial, yakni Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur Dr Pinky Saptandari dan Founder Marcommads Edulearn Centre, RA Loretta Kartikasari. Kedatangan mereka menunjukkan bahwa DNIKS berperan penting dalam aksi-aksi membangun koordinasi dan kolaborasi dengan Organisasi Sosial seluruh Indonesia. “DNIKS tak bosan-bosannya menjalin silaturahmi dengan organisasi sosial, bahkan kami terus menerus berkoordinasi dan membangun kolaborasi dengan semua pihak yang konsen dengan kesejahteraan sosial,” katanya di ruangan kerjanya, Senin (19/5/2025).

Ketua Umum DNIKS Terima 2 Srikandi Pegiat Kesejahteraan Sosial

Lebih jauh Gus Choi-sapaan akrabnya menjelaskan bahwa persoalan kesejahteraan sosial tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, namun semua elemen perlu bersatu padu membangun visi yang sama. “Gema kesejahteraan sosial harus terus digaungkan oleh semua pihaki,” ujarnya lagi.

Bahkan Gus Choi mendukung penuh kegiatan yang akan dilakukan Founder Marcommads Edulearn Centre, RA Loretta Kartikasari terkait berbagai pelatihan untuk penyandang disabilitas. “Silahkan berjalan, kami mendukung,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur Dr Pinky Saptandari sepakat dengan pemikiran DNIKS yang mana perlu membangun sinergi. “Kami apresiasi dengan langkah-langkah DNIKS,” ujarnya.

Sedangkan, RA Loretta Kartikasari menegaskan pihaknya menggagas pelatihan konten kreator untuk penyandang disabilitas. “Kami membantu dan mendukung para konten kreator untuk para difable. Sampai akhir 2023 ini, kami menyelenggarakan program pelatihan membuat video untuk para difable ini agar menjadi konten kreator. Jadi, kami berupaya menyelesaikan kendala yang disable ini harus menjadi able dalam mengembangkan potensi dan kemampuannya,” ujarnya.***

Penulis : Eko Cahyono
Editor   : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top