JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Ketua Komisi III DPR Herman Herry mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengusut dan menindak tegas dalang dibalik pembakaran bendera PDI Perjuangan saat demo penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR kemarin, Rabu (24/6).
Dia mengecam segala bentuk aksi-aksi provokatif yang mencoba memecah belah persatuan bangsa. Untuk itu, aparat kepolisian harus profesional dan tidak pandang bulu dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
“Terhadap aksi pembakaran bendera partai di demo penolakan RUU HIP itu kami kinta Kapolri untuk mengusut dalang di balik aksi provakatif itu,” tegas Herman Herry di Jakarta, Kamis (25/6).
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, siapapun yang melanggar hukum harus diberi sanksi tegas. Mengingat Indonesia sebagai negara hukum, Ia meminta kepada seluruh pihak agar tidak terpancing dan selalu mengedepankan dialog dalam mengatasi perbedaan.
“Saya memahami bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin konstitusi, asal tidak melanggar ketertiban umum dan UU. Apalagu di era pandemi ini, segala acara yang mengumpulkan khalayak ramai sangat berpotensi menjadi cluster penyebaran Covid,” ujarnya.
Sekali lagi kata Herman, pihaknya meminta Kapolri untuk segera mengusut kasus ini dan menindak tegas pihak-pihak yang melakukan aksi provokatif tersebut.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya akan menempuh jalur hukum atas pembakaran bendera tersebut. Adapun pembakaran tersebut dilakukan saat demo menolak RUU HIP, di depan Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Rabu (24/6).
“PDI Perjuangan dengan tegas menempuh jalur hukum,” kata Hasto.








