Market

Januari-Agustus 2021, Ekonomi RI Tumbuh 3,1 Persen

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pemerintah mengungkapkan ekonomi Indonesia tumbuh 3,1 persen selama Januari hingga Agustus 2021.Artinya, ekonomi secara keseluruhan pada 2021 diperkirakan bisa mencapai 3,7 persen hingga 4,5 persen. “Kami masih berharap pertumbuhan ekonomi triwulan III 2021 bisa cukup baik meski ada hantaman varian Delta, sehingga jika momentumnya terjaga di triwulan keempat akan meningkat,” kata Menkeu Sri Mulyani secara daring di Jakarta, Kamis, (23/9/2021).

Lebih jauh kata Ani-sapaan akrabnya, realisasi indikator makro lainnya yaitu inflasi yang telah mencapai 0,84 persen sejak Januari hingga Agustus 2021, atau tumbuh 1,59 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sri Mulyani menambahkan nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.252 per dolar AS di akhir Agustus 2021 dan sedikit melemah menjadi Rp14.332 per dolar AS pada 15 September 2021.
“Kondisi rupiah ini relatif lebih kuat dari asumsi di Rp14.600 per dolar AS,” ujar Sri Mulyani.

Kemudian ia melanjutkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun mencapai 6,38 persen pada Agustus 2021 dan mencapai 5,99 persen pada lelang terakhir per 14 September 2021. Sementara dari sisi komoditas, harga minyak mentah Indonesia mencapai 67,8 dolar AS per barel di Juli 2021 dan sedikit menurun menjadi 64,35 dolar AS per barel per Agustus 2021.

Lalu lifting minyak mencapai 661 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas tercatat 1,005 juta barel setara minyak per hari di Agustus 2021.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga lima persen di triwulan III-2021 dan 4,5 persen pada triwulan IV-2021, seiring perbaikan beberapa indikator.”Tentu saja ini akan terus kami pertimbangkan juga perkembangan-perkembangan selanjutnya,” tutur Perry dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan September 2021 secara daring di Jakarta, Selasa, (21/9/2021).

Dengan demikian, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun 2021 dapat mencapai rentang 3,5 persen sampai dengan 4,3 persen.Pada periode Agustus hingga awal September 2021, aktivitas ekonomi domestik memang berangsur membaik, setelah mengalami perlambatan pada Juli 2021.

Menurut Perry, perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kembali membaiknya mobilitas masyarakat sejalan dengan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas sebagai dampak respons penanganan COVID-19 yang semakin baik.”Perbaikan tercermin pada kinerja berbagai indikator dini, seperti penjualan eceran, ekspektasi konsumen, PMI Manufaktur, serta transaksi pembayaran melalui ​Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS) yang kembali meningkat,” tegasnya.

Di sisi eksternal, ia menilai kinerja ekspor terus meningkat didukung oleh tetap kuatnya permintaan mitra dagang utama.Ke depan, perbaikan ekonomi diperkirakan terus berlanjut sejalan dengan akselerasi vaksinasi, kinerja ekspor yang tetap kuat, pembukaan sektor-sektor prioritas yang semakin luas, dan stimulus kebijakan yang berlanjut. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top