Ragam

Iran Vs Israel: Negara Mana yang Lebih Unggul?

Iran Vs Israel: Negara Mana yang Lebih Unggul?
Iran meluncurkan serangan drone ke arah Israel (screenshoot)/Sumber : Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Serangan Iran terhadap Israel pada Sabtu (14/4/2024) akhir pekan lalu telah memicu kekhawatiran munculnya ketegangan baru di kawasan, termasuk bagi Indonesia sendiri.
Bagaimana tidak. Potensi perang tersebut telah membuat pasar keuangan terpengaruh selain melonjaknya harga minyak mentah dunia. Karena itu masyarakat juga banyak mencari tahu dan berspekaluasi soal kekuatan kedua negara yang sama-sama punya senjata nuklir tersebut.

Serangan Iran melalui operasi militer malam hari terhadap itu merupakan tanggapan atas ketegangan yang berkepanjangan, setelah Konsul Jenderal negara itu di Suriah diserang Israel sebelumnya . Setidaknya Iran mengerahkan 185 drone “Shahed”, 36 rudal jelajah, dan 110 rudal balistik.
Namun Iran gagal menembus sistem pertahanan rudal berlapis Israel.

Menurut sumber, 99% amunisi berhasil dicegat oleh sistem dari Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Yordania, dan, tentu saja, Israel.
Pangkalan Udara Nevatim hanya mengalami kerusakan minimal, dan 31 orang dilarikan ke rumah sakit untuk pertolongan medis, termasuk seorang gadis berusia tujuh tahun dari desa Badui yang mengalami cedera kaki. Serangan tersebut didukung oleh sekutu Iran, termasuk Hizbullah dari Lebanon, Houthi dari Yaman, dan milisi Syiah dari Irak.
Perlu dicatat, dukungan Israel dari Yordania, Mesir, Arab Saudi, UEA, dan Maroko telah membentuk blok Semit baru yang menentang Iran dan sekutunya. Kondisi itu tentunya mencerminkan realitas geopolitik yang kompleks di wilayah tersebut.

Sementara itu, seusai aksi militer Iran atas Israel, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Bakiri, menyatakan operasi pembalasan telah selesai. Dia menekankan bahwa tidak ada tindakan lebih lanjut yang direncanakan. Hanya saja Bakiri memperingatkan bahwa setiap serangan balasan dari Yerusalem akan memicu respons yang lebih kuat menurut kantor berita Tasnim seperti dikutip situs berita news.az, Rabu (17/4/2024).

Pada sisi lain, Presiden AS Joe Biden, di tengah kampanye pemilihan presiden AS, menyatakan kehati-hatian sikapnya dengan menunjukkan keengganan AS untuk berpartisipasi dalam operasi ofensif terhadap Iran. Dalam percakapan dengan Perdana Menteri Israel, Biden menyebut keberhasilan memukul mundur serangan tersebut sebagai sebuah “kemenangan”. Dia pun mendesak agar tindakan militer tidak dilanjutkan.
Dengan demikian ada kemungkinan dua skenario pilihan yang sedang dibahas. Pertama, penyelesaian situasi sementara tanpa eskalasi konflik lebih lanjut. Sedangkan pilihan kedua mempertimbangkan kemungkinan serangan yang sah oleh Israel terhadap program nuklir Iran.

Kondisi ini membuat Israel tidak khawatir dengan kemungkinan invasi darat dari Iran, mengingat kemampuan teknis militer mereka yang terbatas, meskipun jumlah pasukan mereka besar.

Saat ini, populasi Iran sekitar 89 juta orang, sedangkan Israel sekitar 10 juta jiwa. Dalam hal potensi kontingen wajib militer, Republik Islam itu memiliki lebih dari 41 juta warga yang mampu melakukan dinas militer, dibandingkan dengan tiga juta warga Israel. Dalam dinas aktif, terdapat 610 ribu prajurit Iran versus 176 ribu prajurit Israel.

Adu kekuatan militer

Dari segi perlengkapan militer, Iran memiliki 551 pesawat, sedangkan Israel memiliki 612. Armada helikopter Iran kalah dengan Israel: 129 berbanding 146. Namun, dalam kategori tank, Iran memiliki keunggulan dengan 2000 unit dibandingkan kurang dari 1500 di Israel. Sedangkan untuk kategori peluncur roket ganda (MRL), Iran juga unggul dengan 775 berbanding 150 milik Israel. Namun, Israel memiliki lebih banyak artileri self-propelled, yaitu 650 berbanding 580 milik Iran. Dalam kategori artileri derek, Iran memiliki 2.050 buah, jauh melebihi milik Israel yang berjumlah 300 buah.

Perlu dicatat bahwa, meskipun beberapa jenis senjata memiliki keunggulan kuantitas, namun peralatan Iran sebagian besar sudah ketinggalan zaman dibandingkan dengan persenjataan Israel yang modern dan berteknologi tinggi. Dalam peperangan modern, peran kunci dimainkan oleh kekuatan udara, wahana udara tak berawak (UAV), dan rudal.

Menurut ahli militer purnawirawan Jenderal Kenneth F. McKenzie, Iran memiliki lebih dari 3000 rudal balistik, meski hanya sepertiganya yang mampu mencapai wilayah Israel.
Sebagai catatan, Israel memiliki persenjataan strategis yang mampu mencapai wilayah Iran. Negara ini dilaporkan memiliki antara 80 dan 200 senjata nuklir dan sedang mengembangkan triad nuklir strategis yang mencakup rudal balistik Jericho dengan jangkauan 500 hingga 7.000 km.

Sedangkan senjata unggul lainnya adalah pembom F-15I Ra’am dan kapal selam kelas Dolphin yang dilengkapi dengan rudal yang mampu mencapai target. hingga 1500 km. Sistem ini memberikan jaminan pengiriman senjata nuklir ke titik mana pun di kawasan.

Dengan segala keunggulan dan kekuatan senjata kedua negara yang menjadi musuh bebuyutan itu, masih sulit untuk memperkirakan negara mana yang akan menang kalau terjadi perang terbuka. Demikian juga kalau perang tersebut melebar dengan masing-masing mendapat dukungan dari para sekutunya.***

Penulis: John Andhi Oktaveri

Editor : John Andhi Oktaveri

BERITA POPULER

To Top