Investasi

Intan Fauzi Tantang Unicorn Lain Tiru Bukalapak Masuk Bursa

Intan Fauzi Tantang Unicorn Lain Tiru Bukalapak Masuk Bursa

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Komisi VI DPR terus mendorong agar lebih banyak lagi unicorn-unicorn Indonesia yang masuk pasar bursa, alias Initial Public Ofering (IPO). Dengan cara itu, maka memancingn startup lainnya untuk lebih bersemangat menjadi unicorn. “Memang saat ini, baru bukalapak yang IPO. karena itu, saya terus medorong agar unicorn lainnya agar menjadi perusahaan yang terbuka,” kata Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi dalam rapat Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Chief Excutive Officer Tokopedia, Chief Excutive Officer Shopee, Chief Excutive Officer Bukalapak, Chief Excutive Officer Gojek, membahas mengenai peningkatan perdagangan dalam negeri pada sektor E-Commerce, di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Dengan langkah IPO tersebut, kata Politisi PAN, unicorn asal Indonesia diakui dunia dan menjadi perusahaan yang lebih transparan dalam membangun kinerjanya. “Walaupun awalnya penjualan saham iut mengalami over subscribe tapi kemudian turun drastis, itu memang perlu dipertanyakan,” ujarnya.

Namun yang paling penting, lanjut Intan lagi, peran unicorn ini dalam mengembangkan UMKM yang mampu bertarung secara global. “Tolong hubungkan antara UMKM dengan industri besar,” ucapnya lagi.

Jadi, bukan hanya sekedar mengubungkan antara penjual dan pembeli saja. Karena industri besar ini memiliki market yang luas dan besar. “Misalnya, satu produk industri bisa diberikan membuat komponen kecil untuk memasok ke perusahaan tersebut. Ini tentu dampaknya akan besar sekali,” imbuhnya.

Sebelumnya, PT Bukalapak.com (BUKA) telah mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai hari ini (6/8/2021). Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyebutkan bahwa Bukalapak menjadi perusahaan ke-28 yang melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini.

Menurut Inarno, BUKA menjadi perusahaan teknologi pertama yang melantai di Bursa Efek. Bahkan, sebanyak 96.000 investor antusias mengikuti pelaksanaan IPO Bukalapak yang berstatus unicorn tersebut.”Pencatatan saham ini telah menoreh sejarah, Perseroan merupakan unicorn pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia dan bahkan di Bursa kawasan Asia Tenggara. PT Bukalapak.com Tbk merupakan perusahaan tercatat yang mampu menarik minat investor paling banyak.

Tercatat sekitar 96.000 investor berpartisipasi pada pelaksanaan Initial Public Offering Perseroan,” ujar Inarno dalam Seremoni Virtual Pencatatan Perdana Saham BUKA, Jumat. Indonesia merupakan penghasil terbanyak berdirinya perusahaan rintisan (startup). Maka tak heran, 27 perusahaan rintisan di Indonesia telah menyandang status centaur atau perusahaan yang memiliki valuasi 100 juta dollar AS.

“Sebagaimana diketahui, dari 12 perusahaan yang setidaknya berstatus unicorn di ASEAN, setengahnya berada di Indonesia. Membuat Indonesia menjadi penghasil unicorn terbanyak di ASEAN. Indonesia juga memiliki potensi besar menghasilkan unicorn baru di mana terdapat 27 perusahaan leaders state startup dengan status centaur,” pungkasnya. ***

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top