Investasi

Setujui Tambah Anggaran, Intan Dukung Langkah Erick Bersih-Bersih BUMN

Setujui Tambah Anggaran, Intan Dukung Langkah Erick Bersih-Bersih BUMN
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PAN, Intan Fauzi/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi mendukung langkah Menteri BUMN, Erick Thohir melakukan aksi bersih-bersih BUMN terhadap para direksi yang diduga terlibat korupsi. Karena itu terungkapnya kasus korupsi Dana Dapen Pelindo, Jiwasraya, Waskita Karya dan lainnya demi perbaikan tata kelola BUMN ke depan. “Ini jadi indikasi bahwa memang bersih-bersih BUMN sangat diperlukan, karena pada ujung-ujungnya berdampak pada pelayanan publik dan kerugian negara,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Meneg BUMN, Erick Thohir dan Wamen I BUMN, Pahala Nugraha Mansury dan Wamen II Kartika Wirjoatmodjo di Jakarta, Senin (5/6/2023).

Oleh karena itu, kata Ketua PUAN PAN, DPR mendukung penuh usulan tambahan anggaran untuk Kementerian BUMN untuk pengawasan. Hal ini memang untuk peningkatkan fungsi pengawasan yang bertujuan untuk perbaikan tata kelola BUMN dan good governance. “Pagu indikatif Kementerian BUMN pada 2024, sebesar Rp255,7 Miliar dan usulan tambahan Rp56 Miliar. Kami memandang memang anggaran ini masih terlalu kecil untuk kementerian BUMN,” ungkapnya.

Disisi lain, Intan menyoroti masalah nomenklatur, karena itu mohon perhatian serius, jangan sampai terbaca yang hanya pos beranggaran besar saja. “Nomenklatur ini harus disesuikan,” ucapnya.

Menyinggung soal PNM sebagai cadangan investasi, lanjut Legislator dari Dapil Jawa Barat VI, tentu bukan sesuatu yang tabu, karena memang dananya dari APBN untuk perusahaan milik negara. Namun yang menjadi pertanyaan DPR adalah soal ROI (return of invesment) nya. “Kalau memang itu kerjasama, lalu benefit apa yang menguntung untuk BUMN dan kalaupun ada inbreng, harus dibuka secara transparan, sehingga ada akuntabilitas,” paparnya.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) pada 2024 mencapai total Rp 57,9 triliun. PMN tersebut akan disuntikkan ke 10 perusahaan pelat merah. Adapun 10 BUMN yang diajukan untuk memperoleh BUMN yaitu PT PLN (Persero) sebesar Rp 10 triliun, PT Hutama Karya (Persero) (HK) sebesar Rp 10 triliun, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sebesar Rp 4 triliun, IFG sebesar Rp 3 triliun, Industri Kereta Api (INKA) sebesar Rp 3 triliun, Rekayasa Industri (Rekin) sebesar Rp 2 triliun, dan ID Food sebesar Rp 1,9 triliun, sehingga total PMN untuk tahun 2024 mencapai Rp 33,9 triliun.

Namun demikian, Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa berdasarkan rapat internal bersama presiden pada April 2023 kemarin, terdapat PMN tambahan total sebesar Rp 24 triliun.

Erick menambahkan, PMN tambahan 2023 tersebut akan diinjeksi kepada PT Hutama Karya (Persero) (HK) sebesar Rp 12,5 triliun, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebesar Rp 8 triliun, dan IFG sebesar Rp 3,5 triliun, sehingga total mencapai Rp 24 triliun. “Di PMN tambahan tahun ini, dari Menteri Keuangan (Menkeu) sudah diputuskan menjadi masukan PMN di tahun 2024. Makanya, kalau kita lihat angkanya PMN tahun 2024 berubah tadinya Rp 33,9 triliun menjadi Rp 57,9 triliun. Jadi, untuk PMN tambahan ini sudah ada komitmen full dari Kementerian Keuangan,” imbuhnya.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top