Perbankan

Industri Keuangan Harus Dukung Kebijakan Hilirisasi

Industri Keuangan Harus Dukung Kebijakan Hilirisasi
Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Baturiti di Tabanan, Bali, Kamis (02/02/2023)/Sumber Foto: BPMI Setpres

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMPemerintah meminta sektor industri jasa keuangan secara serius mendukung program hilirisasi, seperti pendanaan untuk pembangunan instalasi pengolahan dan pemurnian (smelter) bahan mentah. Namun demikian, dukungan dari industri keuangan tersebut harus dengan kalkulasi dan kehati-hatian yang tinggi. “Tadi sudah disampaikan Ketua DK OJK (Mahendra Siregar) mengenai hilirisasi akan diberikan dukungan. Saya minta betul-betul yang konkret, karena masih saya dengar yang mau bikin smelter saja kesulitan cari pendanaan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, Senin, (6/2/2023).

Lebih jauh Jokowi menekankan hilirisasi menjadi kunci bagi Indonesia untuk melompat menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi. Karena Indonesia masih termasuk sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income) pada 2022. “Seetelah pada 2018 dan juga masa awal pandemi sempat turun menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income),” ujarnya.

Karena itu, lanjut Kepala Negara, dengan kebijakan hilirisasi, maka Indonesia dapat terus meningkatkan pendapatan negara. “Inilah yang harus terus secara konsisten kita dorong agar naik terus Produk Domestik Bruto (PDB) kita, sehingga kita harap-harapkan betul-betul kita bisa melompat maju ke depan, dan hilirisasi jadi kunci kalau kita ingin jadi negara maju,” jelasnya lagi.

Presiden Jokowi sebelumnya telah menyetop ekspor bahan mentah nikel pada Januari 2020, dan segera menyetop ekspor bahan mentah bauksit pada Juni 2023 untuk menerapkan hilirisasi komoditas tambang guna menghasilkan komoditas nilai tambah.

Sebelumnya, Ketua HIMBARA yang juga Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, sektor perbankan senantiasa mendukung kebijakan pemerintah mengenai hilirisasi, terutama hilirisasi industri yang berbasis ekstraksi sumber daya alam. “Bahwa hilirisasi bagian daripada point of no return. Tadi ditegaskan kembali oleh Bapak Presiden bahwa hilirisasi ini tidak bisa berhenti, tidak bisa kembali,” tegasnya, Senin (16/1/2023)

Maka industri perbankan, kata Sunarso, komit untuk mendukung proses hilirisasi agar seluruh rangkaian nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat Indonesia. ***

Penulis : Chandra
Editor   : Chandra

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top