Market

Holding BUMN Pelabuhan,Pelindo II Layak Jadi Operatornya

Holding BUMN Pelabuhan,Pelindo II Layak Jadi Operatornya

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Anggota Dewan memberi sinyal dukungan terhadap pembentukan Holding BUMN Kepelabuhanan. Pembentukan holding Pelindo I, II, III dan IV menjadikan Indonesia memiliki operator pelabuhan yang berstandar kelas dunia dengan murah, mudah dan cepat.

“Saya kira ini akan mendorong peningkatan kinerja terhadap pembentukan holding BUMN  Pelabuhan ini. Sehingga kedepan kita harapkan jasa layanannya semaikin baik dengan digabungkannya perusahaan BUMN di bidang pelabuhan tersebut,” kata anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta di Jakarta, Senin (20/1/2020).

Namun, Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan agar pembentukan holding BUMN Pelindo itu mengarah pada bidang usaha yang sama. “Mungkin unit-unit usahanya di merger lebih masuk atau klop. Misalnya, untuk jasa pelayanan tataniaga arus barang petikemas,” ujarnya.

Sementara itu, untuk bidang usaha lainnya, seperti jasa pelayanan kapal-kapal penumpang-cruise dan pengelolaan lahan bisa diurus oleh BUMN lainnya. “Terus kalau merger tentu dua jasa layanan ini harus ada yang mengurusnya,” terangnya lagi sambil menjelaskan PT Pelindo memiliki aset lahan yang cukup banyak belum lagi ada untuk bongkar muat ikan,” tambah Nyoman.

Menurut Nyoman, pengelolaan pelabuhan memang lebih baik berdasarkan fungsi dan produktivitas. Karena bisa langsung merespons perubahan dan kebutuhan pasar. “Misalnya layanan peti kemas dari Aceh sampai Papua di-handle oleh satu manajemen,” tambahnya.

Menyinggung soal Pelindo mana yang bisa menjadi operator Holding Petikemas ini, Nyoman menyerahkannya kepada Kementerian BUMN. Karena kementerian itu yang memiliki kewenangan. “Serahkan saja kepada Meneg BUMN, tapi bisa saja dilihat dari kinerja Pelindo mana yang paling bagus,” ungkapnya.

Dikatakan, memang Pelindo yang sudah siap adalah Pelindo II (Indonesia Port Corporation-IPC) untuk pelayanan terminal peti kemas. BUMN ini banyak melakukan perubahan melalui digitalisasi dengan menghadirkan pelayanan cepat, mudah diakses, fasilitas fisik memadai, dan ramah terhadap stakeholders.

Bukti sudah tampak yaitu pengembangan pelabuhan seperti Terminal Kalibaru atau New Priok untuk terminal kontainer satu yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 13 September 2016.

Dalam holding ini akan mensinergikan seluruh BUMN pelabuhan Indonesia mengingat saat ini ada Pelindo I, II, III dan Pelindo IV.

Saat ini Pelindo I  setidaknya mengelola 16 cabang pelabuhan di empat provinsi, dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Kepulauan Riau serta berkantor pusat di Belawan, Medan.

Sementara Pelindo II atau IPC mengoperasikan 12 pelabuhan yang terletak di 10 provinsi Indonesia dan berbasis di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sedangkan Pelindo III yang bermarkas di Surabaya, mengelola dan membawahi 43 pelabuhan umum di 7 wilayah provinsi Indonesia.

Adapun Pelindo IV di Makassar, bergerak di bidang kepelabuhanan yang beroperasi di 27 cabang dan memiliki 3 anak perusahaan dan afiliasi yang tersebar dari Kepulauan Sulawesi, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Sebelumnya Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II/IPC Elvyn G Masassya menyatakan kesiapannya terhadap rencana pemerintah untuk mengintegrasikan atau menggabungkan perusahaan pelabuhan peti kemas dalam sebuah holding, dengan tujuan efektifitas, efisien dan meningkat produktifitas kerja. “Saya total mendukung rencana integrasi itu,” ujar Elvyn.

Elvyn menambahkan, jika pengelolaan pelabuhan itu sebenarnya cukup sederhana. Yaitu bagaimana menghasilkan layanan yang lebih cepat, layanan yang lebih mudah, layanan lebih efisien. Ketiga lini ini hanya hisa di raih kalau system operasionalnya sama, peralatan kualitasnya sama dan infrastruktur pelabuhannya standarnya sama. “Itu hanya bisa dilakukan secara efektif kalau strategi besarnya, pengelolaannya terintegrasi,” jelas Elvyn.

Terhadap kesiapan Pelindo II dalam menghadapi opsi pembentukan holding di bidang Pelabuhan ini, Elvyn pun menyerahkan sepenuhnya pada para pemegang saham Pelindo II. Namun prinsipnya ia siap dan mendukung terhadap rencana pembentukan holding BUMN bidang Pelabuhan ini.

“Itu tergantung dari kewenangan para pemegang saham. Saya menangkap, menyakini added value dari integrasi ini akan sangat tinggi, bahkan bisa memberikan multi efek positif kepada perekonomian Indonesia,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top