Nasional

Gus Miftah Sampaikan Wawasan Kebangsaan kepada Santri, Fatayat, dan Muslimat NU Majalengka

Gus Miftah Sampaikan Wawasan Kebangsaan kepada Santri, Fatayat, dan Muslimat NU Majalengka
Gus Miftah Sampaikan Wawasan Kebangsaan kepada Santri, Fatayat, dan Muslimat NU Majelangka/foto suarainvestor

MAJALENGKA,SUARAINVESTOR.COM – Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat Jumat (21/7), kedatangan mubaligh kondang, Gus Miftah. Kehadiran Pengasuh Pesantren Ora Aji Sleman, itu disambut ribuan para siswa-siswi SLTA, SLTP dan Jamaah Fatayat Muslimat NU Majalengka.

Pengasuh Ponpes Al Mizan, Kiai Maman Imanulhaq tampak senang kedatangan sahabat karibnya ini. Menurutnya, Gus Miftah adalah fenomena unik yang banyak membawa dampak positif. Maka wajar, imbuh Kiai Maman, sosok Gus Miftaf cepat mendapat sambutan besar dari publik Tanah Air.

“Alhamdulillah Al Mizan bisa dikunjungi oleh Gus Miftah yang kini sosoknya begitu digandrungi oleh masyarakat. Santri dan masyarakat begitu antusias mendengarkan pandangan-pandangan Gus Miftah khususnya tentang nilai kebangsaan,” kata Kiai Maman.

Seperti biasanya, Gus Miftah, pada kesempatan itu menyampaikan tausiahnya tentang wawasan kebangsaan kepada para santri. Talk Show ini, pun diangkat untuk memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan serta meningkatkan rasa nasionalisme kepada generasi milenial.

Guyonan serta cara dakwah Gus Miftah yang jadi ciri khasnya mampu membuat para santri Al Mizan dan juga masyarakat yang hadir terhanyut dengan isi ceramahnya. Sesekali Gus Miftah pun mengajak para jemaah untuk mendendangkan salawat, mengagungkan kebesaran Nabi Muhammad SAW.
Terakhir, Gus Miftah mengingatkan publik untuk hati-hati terhadap paparan paham radikalisme yang kini banyak beredar di tengah masyarakat. Menurutnya, salah satu ciri seseorang terpapar radikalisme adalah tidak mau menerima perbedaan dalam hal beragama.

“Sebagai upaya untuk membentengi diri dari paparan radikalisme, pesan Gus Miftah antara lain adalah memberikan pemahaman keagamaan yang benar. Salah satu caranya adalah tidak keliru dalam memilih guru,” pungkas anggota Komisi VIII DPR RI FPKB ini.

Penulis: M Arpas

Editor: Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top