Market

Gus Choi: PPEKRAF Ikut Berperan Berantas Kemiskinan

Gus Choi: PPEKRAF Ikut Berperan Berantas Kemiskinan
Ketua umum DNIKS, A Effendy Choirie saat memberikan sambutan pada HUT PPEKRAF I berthema "Setahun Berkreasi, Ramadhan Berbagi, Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif, yang Berkah dan Berkesinambungan" di Hotel Mega Anggrek, Sabtu (28/2/2026)/foto: eko

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) menilai masih tingginya angka kemiskinan harus dicarikan solusinya secara tepat. Karena itu, mendirikan organisasi ekonomi kreatif adalah salah satu langkah strategis untuk mengatasi masalah kemiskinan. “Saya yakin alasan pendirian lembaga Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) adalah adanya keprihatinan terkait kemiskinan,” kata Ketua umum DNIKS, A Effendy Choirie saat memberikan sambutan pada HUT PPEKRAF I berthema “Setahun Berkreasi, Ramadhan Berbagi, Membangun Ekosistem Ekonomi Kreatif, yang Berkah dan Berkesinambungan” di Hotel Mega Anggrek, Sabtu (28/2/2026).

Hadir pula dalam acara itu, Wamenaker Afriyansah Noor, Ketua Dewan Pembina PPEKRAF Sapuan, Ketua umum PPEKRAF Tengku Nurliyana Habjsah, Staf Khusus Mensos Abdul Malik Haramain, Waketum DNIKS Rudi Andries, Sekjen DNIKS Sudarto, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Ihsanudin, Perwakilan KOWANI dan Muslimat NU.

Lebih jauh Gus Choi sapaan akrabnya, menambahkan bahwa PPEKRAF arahnya fokus pada pemberdayaan dan lebih mengandalkan kreativitas, inovasi, dan kearifan lokal untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan. “Dengan cara itu, maka meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di daerah pinggiran atau desa,” ujarnya.

Gus Choi menilai bahwa mayoritas sektor ekonomi kreatifitas ini didominasi kaum perempuan, terutama kalangan ibu-ibu. Peran ibu menjadi faktor yang ikut menentukan kesejahteraan keluarga. “Apalagi Ibu memiliki peran strategis dan multidimensi sebagai pendidik utama, pengasuh, serta pembentuk karakter generasi masa depan. Pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan ibu merupakan strategi pembangunan jangka panjang,” paparnya.

Sementara itu, Ketua umum Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF), Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan mengatakan Industri ekonomi kreatif (Ekraf) nasional telah terbukti menjadi mesin penyerap tenaga kerja dan kontributor signifikan bagi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Pada 2025, kontribusi ekraf terhadap penyerapan tenaga kerja diperkirakan 27,40 juta Tenaga Kerja (TK) atau 18,70% dari total tenaga kerja. “Jadi bisa dikatakan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki peran vital dalam menyediakan lapangan pekerjaan di dalam negeri,” ujarnya.

Lebih jauh Liya-sapaan akrabnya, PPEKRAF bisa dikatakan komunitas yang menjembatani kreativitas dengan kewirausahaan, membantu mengubah ide menjadi nilai ekonomi melalui jejaring, workshop, dan pameran. “Sekaligus wadah bagi perempuan tangguh dan anak-anak muda kreatif untuk membangun sinergi dengan semua kekuatan,” terang Kandidat Doktor dari Universitas Negeri Jakarta.

PPEKRAF, kata Liya, bertindak sebagai ruang kolaborasi di mana bakat-bakat terpendam dapat disalurkan, diberdayakan, dan ditingkatkan menjadi karya bernilai. “Keberadaan PPEKRAF menjadi sebuah wadah candradimuka yang mengasah keterampilan perempuan sehingga berdampak menciptakan keluarga dan masyarakat yang sejahtera. Produk seni, digital, budaya dan hasil kreativitas menjadi tempat yang aman bagi perempuan dan anak-anak untuk mengekspresikan diri dan menyalurkan bakat,” paparnya.

Ditempat yang sama, Sekjen PPEKRAF Anisa Rahmawati mengatakan selama satu tahun berdiri, PPEKRAF telah berupaya menghadirkan program-program pemberdayaan perempuan dan anak melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. “Berbagai kegiatan telah dilaksanakan di berbagai daerah sebagai wujud komitmen membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” terangnya.

Beberapa lembaga yang telah bekerjasama, lanjut Anisa, DNIKS, KOWANI, ICW-CIF, PNKT, Muslimat NU, dan lainnya, dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak bencana Banjir Sumatera, dan yang akan dilaunching adalah Program pemberdayaan perempuan melalui Pelatihan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, yang didukung oleh ICW-CIF dan dibawah koordinasi KOWANI.***

Penulis  : Eko Cahyono
Editor    : Eko Cahyono

 

BERITA POPULER

To Top