LEBAK, SUARAINVESTOR.COM– Panitia Tolak Intervensi Panitia SPMB SMA Negeri se-Provinsi Banten kini bisa dengan tegas menolak segala bentuk intervensi berkat sistem transparansi yang diberlakukan Gubernur Andra Soni, Senin (22/6/2026).
Ketua Panitia SPMB SMAN 1 Rangkasbitung, Wiwit Keswari, menyebut pelaksanaan SPMB tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Meski masih ada pihak yang menghubunginya untuk menitip calon siswa, ia menolak tegas dan mengarahkan mereka mendaftar lewat jalur resmi.
Kepala SMAN 1 Rangkasbitung, Heri Fasa, menyebut total kuota tahun ini 214 siswa dalam enam rombel, dengan 350 orang telah mendaftar. Jalur zonasi lingkungan mencatat 84 pendaftar untuk 43 kuota, zonasi wilayah 32 siswa terverifikasi, sementara jalur afirmasi masih berproses. Bagi siswa yang tidak tertampung, sekolah merekomendasikan sejumlah SMA swasta mitra Pemprov Banten dalam Program Sekolah Gratis, seperti SMA Al Azhar, PGRI, dan Al Hidayah.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan tidak ada seorang pun yang boleh mengintervensi proses SPMB, termasuk dirinya sendiri. Ia juga meminta panitia langsung melapor jika ada pejabat atau ASN yang mencoba ikut campur. Pemprov Banten telah menggandeng sekitar 801 sekolah swasta dan 10.000 kuota Madrasah Aliyah dalam Program Sekolah Gratis. Sementara, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim turut menyatakan dukungan penuh atas komitmen tersebut.***
Penulis : A Rohman
Editor : Budiana








