Nasional

Gerakan Masyarakat Sipil: Pilkada Sehat Menguji Ketahanan Demokrasi Rakyat

JAKARTA SUARAINVESTOR.COM – Pilkada serentak di 270 daerah ini harus disukseskan bersama, karena inilah momentum solidaritas
politik untuk kebangkitan nasional melawan pandemi Covid-19.

Sudah hampir enam bulan (Maret – Agustus)  rakyat melewati ketidakpastian akibat krisis kesehatan yang disebabkan pandemi covid-19. Lalu kita
menghadapi krisis ekonomi dengan pertumbuhan minus yang mengarah pada ancaman resesi.

“Karenanya, kita  harus bergerak untuk bangkit bersama melampaui krisis ini. Diantaranya dengan menyukseskan pilkada. Pilkada yang sehat adalah pilihan rasional untuk menciptakan momen kebangkitan bangsa melalui agenda demokrasi,” demikian keterangan Gerakan Masyarakat Sipil di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat ini diniisiasi oleh Ray Rangkuti (LIMA), Alwan Ola Riantoby (JPPR), Jeirry Sumampow (Tepi Indonesia), August Mellaz (SPD), Arif Susanto (Exposit Strategic), Lucius Karus (FORMAPPI), Aditya Perdana (Puskapol UI), Jojo Rohi (KIPP), Ari Nurcahyo (PARA Syndicate).

Pilkada sehat adalah menyelenggarakan pemilu yang demokratis, mempraktikkan disiplin kesehatan secara ketat
dan sungguh-sungguh, sekaligus menggerakkan aktivisme sosial ekonomi masyarakat dalam
skala besar.

Ketiganya harus tetap berjalan secara stimultan. Protokol kesehatan harus dapat diterapkan secara sungguh-sungguh dengan disiplin tinggi pada setiap tahapan pilkada untuk menjamin keselamatan pemilih dan penyelengara pemilu.

Katena itu, PILKADA SEHAT harus menjadi gerakan nyata di masyarakat melalui tahapan-tahapan Pilkada agar setiap warga negara aware untuk mempraktikkan protokol kesehatan Covid-19 dengan saling  melakukan dan saling mengawasi bersama-sama.

Penyelenggaraan PILKADA SEHAT
Serentak 2020 ini akan menciptakan peluang melalui event politik (pemilu) untuk melatih
adaptasi kebiasaan baru secara konkrit, terukur, dan terawasi melalui pelaksanaan tahapan-
tahapan pilkada dan hari pencoblosan secara lebih partisipatif dengan tuntutan sehat jasmani  dan demokrasi.

Dimama Indonesia bukan satu-satunya negara yang tetap melaksanakan pilkada di tengah pandemi.

Beberapa negara seperti Jerman (Bavaria), Prancis, dan Korea Selatan, tetap melaksanakan
pilkada di tengah pandemi. Indonesia bisa merujuk dan mempelajari dari negara-negara
tersebut.

Masyarakat Sipil yakin dengan diselenggarakannya Pilkada Serentak 2020 ini tidak hanya sebagai sarana untuk meregenerasi kepemimpinan politik di daerah, tapi sekaligus dapat memberikan
legitimasi politik yang kuat bagi para pemimpin baru di daerah untuk merealisasikan program
penanggulangan COVID-19.

Pada akhirnya, pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 dan kondisi tekanan
krisis ekonomi sekarang ini akan menguji sejauh mana ketahanan demokrasi (democratic
resilience) bangsa ini.

Sehingga sukses Pilkada Serentak 2020 dapat menjadi instrumen untuk menarik  kepercayaan publik dan masyarakat dalam mempertahankan iklim politik yang stabil dan sehat, sekaligus menjadi instrumen untuk mengukur sejauh mana ketahanan demokrasi
bangsa kita dalam menghadapi badai krisis berlapis akibat pandemi Covid-19 ini.

“Ayo dukung dan jalankan #PilkadaSehat untuk mendorong Indonesia Sehat dan Indonesia
Bangkit yang lebih maju dan demokratis! Salam sehat. Salam demokrasi,” demikian ajakan Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top