Industri & Perdagangan

Genjot Pertumbuhan, ALFI Desak Pemerintah Bentuk Badan Logistik Nasional

Genjot Pertumbuhan, ALFI Desak Pemerintah Bentuk Badan Logistik Nasional
Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan/Sumber Foto: Krakatau Steel

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pengusaha logistik yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mendesak pemerintah untuk membentuk Badan Logistik Nasional (BLN). Hal ini untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi pemerintahan baru sebesar delapan persen. “Kalau ada tata kelola logistik dan ada badannya, tidak mustahil itu karena faktanya, kita selalu di atas lima persen pertumbuhannya,” kata Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan di Jakarta, Selasa, (2/7/2024).

Lebih jauh Akbar menjelaskan ALFI telah bersurat kepada presiden terpilih Prabowo Subianto mengenai urgensi pembentukan BLN. “Kalau tahun lalu kan masih ada tahun politik. Sekarang, sudah ada pemenangnya. Jadi, kita sudah kasih masukan tertulis ke presiden terpilih atau istana baru, termasuk melalui induk organisasi kita, yaitu Kadin,” ujarnya.

Dikataka Akbar, kontribusi logistik selama empat tahun terakhir mencakup transportasi dan pergudangan, menempatkan sebagai kontributor terbesar kedua setelah industri mineral besi tahan karat. Kontribusi yang signifikan itu sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang diharapkan oleh pemerintahan baru. “Jadi konstribusi besar sekali. Nah kalau misalnya itu tidak dimaksimalkan, rasanya target presiden baru (pertumbuhan ekonomi) delapan persen itu, akan jauh dari cita-cita itu,” tuturnya.

Selain itu, menurut Akbar, BLN akan mampu meningkatkan daya saing logistik bukan hanya secara nasional tetapi di level global. “Harapannya undang-undang, tak apa, berproses. Toh ini untuk kepentingan nasional supaya punya daya saing global ataupun regional,” paparnya.

Secara garis besar, Akbar berharap keberadaan BLN bisa terjadi percepatan iklim investasi baik dalam dan luar negeri, serta bisa memaksimalkan pendapatan dari sektor logistik. Selain itu, bisa menjadi percepatan sektor industri manufaktur dan mencegah deindustrialisasi. “Kita tak mengharapkan anggaran. No, kami pengusaha logistik ini sangat independen, kami ingin ada satu lembaga yang independen, dengan tugas yang jelas, KPI (key performance index) yang jelas,” ujarnya.

Oleh karena itu, Akbar berharap pemerintahan baru dapat membentuknya dengan laporan pertanggungjawaban bisa langsung ke presiden.
“Makanya diharapkan dimulai dengan perpres, tapi kalau boleh, dengan undang-undang. Tapi yang paling penting lapornya sama presiden. Itu yang paling penting,” pungkasnya.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

BERITA POPULER

To Top