JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) mengapresiasi langkah konkret Kementerian Sosial (Kemensos) yang serius meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun tindakan konkret tersebut dengan mengucurkan bantuan dana Rp139 juta dalam rangka pemberdayaan 31 UMKM binaan Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (Portadin). “Kita sangat mendukung pemberian dana untuk pengembangan UMKM Portadin, apalagi UMKM tersebut selama ini sudah berjalan,” kata Wakil Ketua umum DNIKS, Rudi Andries yang didampingi Sekjen DNIKS Sudarto, Ketua DNIKS Thamrin Ferly dan Ketua DNIKS bidang Komunikasi dan Digital, A Eko Cahyono di Kantor DNIKS, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Beberapa UMKM Portadin yang mendapat kucuran dana antara lain, UMKM Benjo Craft (Kerajinan Mote–kalung/gelang, tempat tissue) lalu Sundari Hasan yang mengembangkan Nasi Box dan Layanan Terapis. Tak hanya itu, ada juga RM BU TINA (Rumah Makan Ayam Bakar) dan lain-lainnya.
Lebih jauh Rudi berharap bahwa distribusi bantuan dana itu mampu membuat UMKM Portadin menjadi lebih kuat dan makin berkembang, sehingga bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak. “UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional, karena itu keberadaan UMKM sangat penting,” ujarnya lagi.
Rudi menambahkan bahwa tujuan pemberdayaan UMKM tersebut, salah satunya meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Lalu, mendorong pemberdayaan dan partisipasi penyandang disabilitas dalam pertumbuhan ekonomi.Yang tak kalah penting, lanjut Rudi, memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan usaha dan berwirausaha. “Meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi dan kemampuan penyandang disabilitas,” paparnya.
Selain Rudi, Ketua DNIKS Thamrin Ferly juga mengajak para pelaku usaha UMKM untuk lebih semangat membangun usaha dan jaringan. Hal ini penting, karena modal sosial juga punya potensi mendongkrak pendapatan.
Sementara itu, Ketua umum Portadin Hendratmoko mengatakan bahwa distribusi dana untuk UMKM Portadin adalah bentuk nyata dan kepedulian Kementerian Sosial mengentaskan kemiskinan. “Dana ini amanah jadi tolong UMKM bisa menjaga dengan baik. Gunakan anggarannya sesuai tepat sasaran dan jika anggaranya lebih, wajib dikembalikan,” ungkapnya.
Dosen Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie ini memaparkan bahwa ada sekitar 31 UMKM yang menjadi percontohan. “Kita berharapkan UMKM tersebut bisa maju dan berkembang sehingga bisa membantu UMKM-UMKM yang lain,” jelasnya.
Hendi-sapaan akrabnya menegaskan bahwa modal usaha bukan semata-mata soal uang, tapi harus ada tekad, networking dan kepercayaan. “Mayoritas UMKM ini merupakan rintisa para orang tua dan diharapkan bisa mewujudkan kemandirian anak-anak kita. Mereka bisa berdikari dengan dukungan ortu dan keluarganya,” imbuhnya.
Pengelola UMKM Makanan dan Terapis, Sundari Hasan mengaku mendapat bantuan dana sebesar Rp5 juta untuk pengembangan usahanya. “Distribusi dana ini tergantung dari usulan dan permintaan usahanya. Jadi tiap UMKM berbeda-beda menerima jumlah dana,” terangnya.
Sundari menambahkan sangat terbantu dengan bantuan dana tersebut, karena itu akan menggunakan dana itu untuk semaksimal mungkin untuk meningkatkan pasar.***
Penulis : Eko Cahyono
Editor : Eko Cahyono








