Market

Apresiasi Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren, Gemira: Makin Maksimal Jadi Pusat Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi

Apresiasi Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren, Gemira: Makin Maksimal Jadi Pusat Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi
Sekjen Gemira, Sudarto/Foto: DNIKS

 

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira), Sudarto, mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Tentu langkah ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap para santri. “Ini hal yang membanggakan bagi kalangan santri. Kami sangat menyambut baik,” ujar Sudarto kepada wartawan di Jakarta, Senin, (27/10/2025).

Menurutnya, kehadiran Ditjen Pesantren diharapkan dapat segera merealisasikan berbagai kebutuhan para santri. Menilik data Kementerian Agama, terdapat 42.369 pesantren yang tersebar di seluruh Nusantara dengan jutaan santri yang menimba ilmu.

Sekjen Organisasi Sayap Partai Gerindra ini berharap, kebijakan ini dapat memenuhi kebutuhan para santri untuk belajar dan berdakwah dengan baik. Sehingga melahirkan santri berkualitas yang mampu meningkatkan sumber daya manusia guna menunjang visi Indonesia Emas 2045.“Pesantren akan didukung agar lebih maksimal dalam menjalankan perannya sebagai pusat pemberdayaan sosial, ekonomi, dan kemandirian umat,” ujarnya bersemangat.

Secara teknis, lanjut Sudarto, Ditjen Pesantren dapat lebih fokus pada aspek-aspek khas pesantren yang tidak hanya mencakup pendidikan formal, tetapi juga dimensi keagamaan dan sosial lainnya. Termasuk di dalamnya, pemberian dukungan nyata seperti bantuan pembangunan pesantren.“Misalnya bantuan untuk keselamatan bangunan pesantren dan fasilitas lainnya, serta pendampingan yang lebih terarah bagi para santri,” sebutnya.

Selain itu, Ditjen Pesantren juga diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai program sosial Pemerintah, seperti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG), agar manfaatnya dapat dirasakan langsung dan tepat sasaran oleh jutaan santri.“Tentu kita ingin santri tumbuh sehat, kuat, dan bersemangat dalam menuntut ilmu serta berkontribusi bagi bangsa,” paparnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah merestui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di bawah Kementerian Agama. Hal tersebut disampaikannya dalam pidato pada acara Malam Bakti Santri untuk Negeri di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk memperkuat ekosistem pendidikan pesantren sebagai pilar penting pembangunan nasional. “Ini menunjukkan prioritas strategis pemerintah untuk semakin memperhatikan, melindungi, memperkuat, dan meningkatkan kesejahteraan pondok pesantren,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyebut bahwa restu terhadap pembentukan Ditjen Pesantren ini bertepatan dengan momentum Hari Santri, sebagai simbol pengakuan negara atas peran besar pesantren dalam perjalanan bangsa. Menurutnya, Hari Santri adalah momentum untuk mengenang semangat juang para santri yang berlandaskan ilmu, iman, takwa, dan cinta Tanah Air dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam momen yang menjadi rangkaian akhir peringatan Hari Santri 2025 tersebut, Presiden Prabowo juga menyinggung Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang digelorakan KH Hasyim Asy’ari sebagai tonggak sejarah penting.
“Saya percaya, santri hari ini bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga pelopor kemajuan yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” kata Prabowo.

Gayung bersambut, dalam acara yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatiannya terhadap dunia pesantren. “Di bawah kepemimpinan beliau, berbagai program yang menyentuh kepentingan pesantren terus mendapatkan penguatan, termasuk persetujuan pembentukan Ditjen Pesantren di Kemenag,” ujar Nasaruddin.

Menag menegaskan bahwa pembentukan Ditjen Pesantren merupakan amanah besar. Amanah ini diharapkan semakin memperkuat tata kelola dan pelayanan pemerintah terhadap pesantren di seluruh Indonesia. “Kami berkomitmen, dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren, layanan negara bagi pesantren akan semakin cepat, tepat, dan berdampak,” imbuhnya.***

Penulis   : Eko Cahyono

Editor     : Eko Cahyono

BERITA POPULER

To Top