Infrastruktur

FAM Tangerang Sindir Pemkot Lewat Aksi Teatrikal ‘Jangan Kapitalisasi Air Kami!’

FAM Tangerang Sindir Pemkot Lewat Aksi Teatrikal 'Jangan Kapitalisasi Air Kami!'
Aksi mahasiswa yang bertagar 'Jangan Kapitalisasi Air Kami!' itu berlangsung di depan gerbang Puspem Kota Tangerang./Foto: Budiana

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM-Sejumlah mahasiswa yang tergaung dalam Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang menghadiri undangan Pemerintah Kota Tangerang melalui Kesbangpol dengan aksi teatrikal.  Aksi mahasiswa yang bertagar ‘Jangan Kapitalisasi Air Kami!’ itu berlangsung di depan gerbang Puspem Kota Tangerang.

Humas Aksi, Akbar Ridho menjelaskan aksi teatrikal ini dilakukan guna merespon undangan dari pemkot Tangerang terkait klarifikasi tuntutan aksi sebelumnya. ” Yang pertama kami hadiri undangan pemkot ini dengan aksi yang dikemas dengan teatrikal. Kemudian aksi teatrikal ini adalah bentuk tegas kami bahwa perjanjian antara perumda Tirta Benteng dengan PT. Moya yang dinilai sarat akan kepentingan harus dibatalkan,” tegas Akbar, Jumat (16/6/2023).

Bahkan Akbar menerangkan bahwa perjanjian antara Perumda Tirta Benteng (BUMD) dengan PT. Moya bersifat Build Operation Transfer (BOT) selama 30 tahun dan kontrak berbayar selama 25 tahun. “Sekali lagi kami tegaskan bahwa sistem perjanjian tersebut bersifat Tak Or Pay yang sangat tidak masuk akal, belum lagi bicara kerugian yang dialami oleh perusahaan plat merah tersebut setiap tahunnya,” ungkapnya.

Lanjut ia menyebut terkait perjanjian antara Perumda Tirta Benteng dan PT. Moya Indonesia terkesan terburu-buru. “Kami menduga adanya kepentingan di akhir masa jabatan kepala daerah, tentu dengan adanya investasi tersebut pasti ada fee yang didapat, mengingat waktu kontraknya panjang,” imbuhnya.

Akbar juga menegaskan jika Proyek Strategis Nasional (SPN) ini bukan hanya untuk kepentingan investor dalam mencari keuntungan, melainkan harus juga memberikan dampak positif terhadap BUMD. “Sejauh ini kita melihat kebelakang BUMD dalam hal ini PDAM TB selalu merugi, sebelumnya terdapat selisih penggunaan air sekitar 600 liter perdetiknya, artinya terdapat defisit sekitar Rp 6 miliar. Terlebih kalau mau jujur semua daerah yang menggunakan PT. Moya dalam menjalankan usaha BUMD selalu rugi, ada apa,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya Plt. Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Benteng, Doddy Efendi menerangkan pihaknya akan melaksanakan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah Kota Tangerang di zona 2 dan zona 3 dengan skema kerjasama melalui badan usaha tahap II (dua).***

Penulis     :    Budiana

Editor       :    Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top