Nasional

Elit Politik Diminta Jaga Kesantunan Berdemokrasi

BANYUWANGI–Pelaksanaan Pemilu serentak baik Presiden, DPR, DPRD dan DPD tinggal sekitar seratus hari. Tidak heran suhu dan tensi politik tanah air mulai sedikit memanas. Suasana kontestasi pemilu terasa semakin ketat. Bahkan satu sama lain berusaha saling mendahului.

Agar suasana berkebangsaan ini tetap stabil, aman tanpa ternodai oleh aksi-aksi saling intimidasi, anggota Fraksi PPP MPR Anas Thahir mengingatkan agar semua komponen ambil bagian dalam menciptakan suasana kondusif dan penuh persaudaraan.

“Kita boleh berkompetisi, beradu konsep, berbalas argumen, tetapi harus tetap dalam kerangka berdemokrasi yang santun, jujur dan saling mencintai sebagai sesama anak bangsa” tutur Anas saat menyampaikan pidato sosialisasi empat pilar kebangsaan di Banyuwangi, Selasa (15/1/2019).

Dihadapan ratusan peserta, anggota Badan Legislasi DPR RI itu menyerukan agar semua pihak bisa menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa berbudaya tinggi dan mampu berdemokrasi secara jujur dan bermartabat. “Mari kita ciptakan suasana pemilu yang segar dan enak ditonton,” ajak Anas bersemangat.

Anggota Komisi X DPR yang sekarang juga caleg nomor urut satu dari PPP yang mewakili dapil Jatim III itu melanjutkan, kontestasi pemilu jangan dibawa baper, nanti keterusan bisa menggnggu persabatan. “Jadikan pemilu itu benar-benar sebagai sebuah pesta demokrasi yang sehat dan bisa dinikmati. Pilihan boleh beda, tapi tetap sama dalam satu rumah kebangsaan Indonesia,” terang Mantan Wakil Sekjen PBNU.
Ketika ditanya soal maraknya hoax yang digunakan pihak-pihak tertentu untuk mencari dukungan, pria kelahiran Banyuwangi itu menegaskan bahwa hoax itu cara-cara kotor yang tidak fair dan keji. Karenanya dilarang agama sekaligus dilarang negara. “Kamu sih, bilangnya jangan bikin hoax, tapi dalam waktu bersamaan malah merespons dengan menciptakan hoax baru yang lebih sadis. Sama aja atuuuh berbalas hoax, bukannya berbalas pantun,” pungkasnya Anas sambil bercanda dan melempar tawa. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top