Nasional

Disela-sela Peluncuran Buku, Cak Imin Disebut Capres 2024

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Peluncuran buku berjudul “Negara dan Politik Kesejahteraan” tampaknya menjadi water test bagi Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Abdul Muhaimin Iskandar sejauhmana respon masyarakat terhadap kinerja dirinya terkait calon presiden 2024.

Entah sengaja atau tidak, Dalam acara peluncuran buku tersebut beberapa kali Cak Imin-sapaan akrabnya disebut calon presiden 2024. Bahkan karya tersebut makin memperjelas arah dan tujuan politik yang diperjuangkan Gus AMI. “Kita lihat jalur PKB ini amat jelas, agenda yang diperjuangkan,” kata Pengamat Politik Yudi Latif saat launching buku “Negara dan Politik Kesejahteraan” di Jakarta, Kamis, (18/3/2021).

Dulu, kata Cendikiawan Muda ini, Gus Dur telah memberi satu lompatan besar dalam memperjuangkan negara kesatuan. Saat ini Gus Imin mengambil sayap kedua. “Sayap keadilan, sayap kesejahteraan, it is a perfection,” ujarnya.

Lebih jauh Yudi menjelaskan basis utama pendukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dinahkodai Gus AMI ada di desa-desa.

Di mana mereka secara umum menanti uluran intervensi politik pejabat. Sehingga langkah Gus AMI dalam memperjuangkan politik kesejahteraan tentu amat dinanti oleh mereka.

Kesejahteraan, kata Yudi, senafas dengan kebahagiaan yang sama-sama harus dinikmati oleh setiap manusia. “Gus Dur sudah mengawalinya. (Gus AMI) melanjutkan track Gus Dur dari persatuan menuju ke keadilan,” ungkap Yudi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Abdul Muhaimin Iskandar mengaku bahwa soal pencapresan 2024 hanyalah candaan semata. Namun jawaban Cak Imin tersebut terkesan malu-malu. “Candaa saja itu, sudah ditegaskan tadi. Hanya candaan,” katanya saat dicegat wartawan usai peluncuran buku tersebut, Kamis (18/3/2021).

Peluncuran buku dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsudin, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah juga dihadiri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal  dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, dan sejumlah Anggota DPR RI lainnya.

Selain itu, hadir pula Cendekiawan Pemikir Kenegaraan Yudi Latif, Founder dan CEO Polmark Indonesia Eep Saefulloh Fatah dan Rektor IPB Prof. Dr Arif Satria. Acara dimoderatori Presenter Kompas TV Niluh Puspa.

“Buku ini menjelaskan bahwa posisi dan esensi politik kesejahteraan berdiri di atas landasan etis seluruh produk kebijakan negara,” jelas Muhaimin yang akrab disapa Cak Imin.

Menurut dia, politik kesejahteraan adalah instrumen kekuasaan yang menentukan pengelolaan dan redistribusi sumber daya.”Politik kesejahteraan juga harus menjadi landas pijak yang kokoh dalam menopang serta membingkai seluruh kebijakan negara,” tuturnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top