Market

Demi Bantu UMKM, Parta: Naikkan Anggaran BPUM Pada 2021

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mendukung kebijakan pemerintah untuk melanjutkan kembali program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) UMKM. Apalagi kebijakan ini mampu membuat pelaku UMKM bertahan dari serangan pandemi Covid-19 yang cukup berat. “BPUM
sangat bermafaat bagi para pelaku UMKM, khususnya ultra mikro. Karena dana Rp2,4 juta itu bisa membantu untuk membeli bahan baku usaha,” kata Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta usai rapat kerja dengan Menkop/UKM Teten Masduki di Jakarta, Kamis (21/1/2021).

Bahkan BPUM ini, kata Anggota Fraksi PDIP, ternyata efek positifnya meluas. Karena banyak pekerja wisata sekarang malah membuka usaha kecil-kecilan, termasuk warung kelontong. “Sebelumnya mereka bekerja menjadi pekerja wisata, lalu banting stir menjadi pelaku UMKM,” ungkapnya.

Lebih jauh Parta meminta Menkop-UKM Teten Masduki agar program BPUM ini ditingkatkan anggarannya lebih dari Rp28 Triliun, sehingga mampu mengcover lebih dari 12 Juta UMKM.
“Memang pagu anggaran yang direncanakan Rp28 Triliun, tapi bila perlu jangan hanya Rp 28 Triliun, bahkan bisa diusulkan anggarannya lebih besar dari itu. Hal ini mengingat pandemi cukup lama, jadi membuat UMKM perlu bantuan, baik sisi financial maupun manajemen. Sebaiknya dilanjutkan hingga 2021,” terangnya.

Yang jelas, kata Legislator asal Pulau Dewata, program BPUM itu adalah bersifat stimulus, jadi pemerintah maupun perbankan agar lebih fleksibel dalam implementasi di lapangan. “Kita berharap persyaratannya dipermudah, begitupun dengan pihak bank penyalur agar memberikan kemudahan saat pencairan,” paparnya lagi.

Disisi lain, lanjut Mantan Ketua Komisi DPRD Bali, kebijakan BPUM ini sekaligus dijadikan sebagai pendataan yang dibarengi dengan digitalisasi data base tunggal, baik sisi jumlah maupun jenis UMKM. “Karena Kementerian Koperasi sesuai dengan UU Cipta kerja adalah kementerian yang ditugaskan untuk membuat data base itu,” jelasnya.

Yang tak kalah penting, sambung Parta lagi, DPR terus menekankan pentingnya penurunan suku bunga KUR yang masih sekitar 6 persen. Namun sekarang ini kelihatannya sudah ada kebijakan menurunkan suku bunga menjadi 3 persen. “Ini tentu menggembirakan bagi pelaku usaha, karena kebijakan ini sangat baik,” pungkasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top