JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kebijakan refokusing anggaran infrastruktur memang cukup mengganggu program kerja pemerintah. Oleh karena itu, DPR berharap agar refokusing anggaran infrastruktur pada 2022 tidak terjadi lagi. “Kita tahu APBN 2022 masih cukup berat. Namun kita berharap tidak ada lagi refokusing agar sejumlah program dan kegiatanpada sejumlah kementerian bisa berjalan secara maksimal,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras ditemui suarainvestor usai memimpin rapat dengar pendapat dengan Dirjen Hubla dan Dirjen Hubud di Jakarta, Senin (14/2/2022).
Lebih jauh kata AIA-sapaan akrabnya mengungkapkan refokusing anggaran menyebabkan banyak sejumlah kegiatan dan proyek yang terpaksa menggunakan skema Multi Year Contrac (MYC).
Hal ini, lanjut AIA, karena ketersediaan anggaran APBN tidak memadai, alias terbatas. Sehingga program dua tahun bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran. “Jadi ini sama halnya menunda (pending) program 2020 menjadi 2021. Artinya, sama dengan menyatukan dua tahun anggaran menjadi satu tahun anggaran,” tambahnya.
Politisi Gerindra ini berharap agar pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga pemerintah bisa mengejar kertinggalan target dan program yang belum bisa dijalankan. “Termasuk pembangunan bandara, pelabuhan dan rel kereta api dan lain-lainnya yang sudah dicanangkan,” ujarnya.
Sebelumnya, AIA memimpin langsung kunjungan kerja spesifik terkait progres pembangunan stasiun dan rel ganda Rancaekek, Bandung, Jawa Barat, yang nantinya berfungsi sebagai prasarana penunjang mobilitas angkutan penumpang dan barang.
Bahkan AIA mengungkapkan kereta api saat ini merupakan salah satu sarana transportasi yang sangat diminati oleh masyarakat sebagai angkutan umum yang terjangkau dan aman. Oleh karena itu diperlukan dukungan prasarana yang memadai dan peningkatan mutu pelayanan perkeretaapian yang optimal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat akan transportasi kereta api. “Komisi V DPR RI mendukung pembangunan stasiun dan rel ganda Rancaekek dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan, meningkatkan kapasitas lintas, meminimalisir biaya angkutan barang dan distribusi logistik, dan mengurangi beban kepadatan lalu lintas di jalan raya yang dapat berdampak pada meningkatnya produktivitas masyarakat,” ujarnya di sela-sela peninjauan di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/2/2022).
Dengan meningkatnya sarana dan prasarana perkeretaapian, diharapkan semakin banyak masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan kereta api. “Kita juga mengharapkan dengan adanya pembangunan stasiun dan rel ganda di stasiun Rancaekek ini dapat memberikan daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi dan potensi daerah, yang akan berdampak pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” pungkasnya. ***
Penulis : Iwan Damiri
Editor : Kamsari








