Perbankan

BRI Insurance Ingatkan Proteksi Jadi Faktor Penting Tumbuhnya UMKM

BRI Insurance Ingatkan Proteksi Jadi Faktor Penting Tumbuhnya UMKM
CEO BRINS Fankar Umran memberi pemaparan saat webinar Katadata \"Bangga UKM Indonesia\" yang dilakukan secara daring. Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "BRI Insurance Ingatkan Proteksi Jadi Faktor Penting Tumbuhnya UMKM" , https://katadata.co.id/ameidyonasution/berita/62bac273ef957/bri-insurance-ingatkan-proteksi-jadi-faktor-penting-tumbuhnya-umkm Penulis: Ameidyo Daud Nasution Editor: Ameidyo Daud Nasution/Sumber Foto: Katadata.co.id

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mengalami pertumbuhan di Indonesia. BRI Insurance (BRINS) berharap jenis usaha ini bisa mendapatkan proteksi dan perlindungan.

Chief Executive Officer Brins Fankar Umran mengatakan proteksi merupakan salah satu hal yang paling penting dalam pertumbuhan UMKM. Namun, ia menilai bahwa pelaku UMKM jarang untuk juga memahami perlindungan tersebut. “Kenapa harus diproteksi? Karena saat mereka maju dan berkembang, ada risiko yang tidak terduga yang menimpa siapa saja mau UMK mau usaha besar,” kata Fankar dalam webinar Win Local, Go Global pada Selasa (28/6/2022).

Salah satu bentuk proteksi yaitu asuransi bagi pelaku UMKM untuk perlindungan diri, aset, dan penjualan mereka. Proteksi juga diperlukan jika pelaku usaha mengalami musibah. “Contohnya terjadi transaksi jual beli atau transaksi jual beli diimbangi dengan adanya pembiayaan disitu, maka pembiayaan bisa ditalangi, bisa diproteksi oleh asuransi,” kata Fankar.

Data Institut Riset BRI serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, saat ini ada 71,4 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2021. Angka tersebut terbagi atas 66,9 juta usaha mikro, sebanyak 4,2 juta usaha kecil, dan 364 ribu usaha menengah.

Namun dari data tersebut, hanya 17% pelaku UMKM yang telah memiliki asuransi mikro. Padahal proteksi adalah salah satu pilar utama pertumbuhan UMKM. Hal lainnya adalah pendampingan untuk meningkatkan kompetensi, marketing, keuangan, dan kepemimpinan. Pendampingan juga bisa berupa sertifikasi halal kepada usaha kecil.

Pilar lainnya adalah pembiayaan agar pelaku UMKM tidak hanya bergantung dengan bank lantaran banyaknya syarat yang harus dipenuhi. Opsi lainnya ada family funding, investor, dan venture capital. “Karena start up itu masih banyak yang belum bankable,” kata Fankar.***

Penulis   : Katadata.co.id
Editor     : Eko

 

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top