Infrastruktur

Bandara Soetta Dikeluhkan, Andi Iwan Darmawan: AP II Perlu Optimalkan Pengelolaan dan Kualitas Layanan

Bandara Soetta Dikeluhkan, Andi Iwan Darmawan: AP II Perlu Optimalkan Pengelolaan dan Kualitas Layanan
Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras Saat Memimpin RDP Dengan Ditjen hub dan AP I serta AP II, Selasa (5/4/2022)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Mayoritas anggota Komisi V DPR mengeluhkan pelayanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Bandara Soetta) dalam pelayanan penumpang. Karena itu, akhir-akhir ini terjadi antrean panjang dan ketidaksiapan menghadapi penumpang yang melonjak. “Kita minta PT Angkasa Pura (AP) I dan PT Angkasa Pura (AP) II meningkatkan fasilitas layanan, mengoptimalkan pengelolaan bandar udara dalam rangka meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR, Andi Iwan Darmawan Aras kepada wartawan usai menutup Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen Perhubungan Udara (menghadirkan Direksi PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II dan LPPNPI), terkait membahas Mengenai Pengelolaan Pelayanan dan Keselamatan Penerbangan; di Jakarta, Selasa (5/4/2022).

Lebih jauh AIA-sapaan akrabnya juga meminta Ditjen Perhubungan Udara, memaksimalkan pengawasan terhadap pelayanan barang penumpang dan fluktuasi harga tiket dalam mengantisipasi melonjaknya harga tiket dalam antisipasi lonjakan penumpang. “Ditjen Perhubungan Udara dan LPPNPI perlu menyusun rencana strategis terkait telah kembalinya Flight Information Region (FIR) di atas kepulauan Natuna kepada pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Terkait dengan dukungan pelayanan navigasi penerbangan pada kegiatan G-20, Legislator dari Dapil Sulsel II mendesak Ditjen Perhubungan Udara dan LPPNPI (aIRNAV iNDONESIA) agar meningkatkan koordinasi lintas instansi. “Langkah ini dalam rangka pengaturan pergerakan lalu lintas untuk mempersiapkan prosedur darurat terkait erupsi vulkanis dan kedatangan serta keberangkatan tamu negara,” paparnya.

Selain itu, Anggota Dewan Pembina BPP HIPMI ini meminta Kemenhub dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara agar pelaksanaan konsorsium pengelolaan bandara harus lebih menguntungkan dan memperhatikan kepentingan nasional jangka panjang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, dalam RDP tersebut, Anggota Komisi V DPR RI, Hamka Baco Kady mengeluhkan pelayanan yang ada di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Kondisi Terminal 2 disebut tidak kondusif, tidak teratur seperti pasar. Bahkan Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta padat dan semrawut. “Semua sarana ini prioritas utama adalah safety mitigation dan kedua services. Kalau memperhatikan Bandara Udara Soekarno-Hatta saja Terminal 2, jika kesulitan terminal 3 jarak jauh, terminal 2 ini semrawut seperti pasar tidak ada yang atur,” ujarnya.

Apalagi, kata Hamka, saat penumpang itu menunggu bagasi, pada waktu tertentu penumpang banyak luar biasa. “Semrawutnya khususnya pada saat pengambilan bagasi saya tidak tahu siapa yang bertanggung jawab di situ,” ungkapnya.

Ia menegaskan, seharusnya PT Angkasa Pura I dan II (Persero) sekaligus Dirjen Perhubungan Udara bisa menegur operator yang melakukan pelayanan di Terminal 2. “Karena bapak berfungsi penyedia layanan yang baik. Walaupun demikian saya tahu itu yang melakukan operator. Tetapi bapak punya hak menegur termasuk pak Dirjen,” jelasnya.

Penulis    :    Iwan Damiri
Editor     :     Kamsari

BERITA POPULER

To Top