JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Ketua Umum PeranNu, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, MSi melihat gemuruh arus perubahan pasca pendaftaran pasangan Anies Muhaimin di KPU pada 19 Oktober 2024, tak dapat dibendung lagi. Isu perubahan yang digaungkan sudah tersambut kekuatan arus bawah.
Mendaftarnya pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ke KPU, merontokkan analisis dangkal jika Anies takkan lolos ke pendaftaran karena tak cukup dukungan partai.
Sekaligus kehadiran mereka di KPU dengan iringan massa membludak, membuktikan mereka mampu melewati rintangan dan tantangan bahkan upaya penjegalan. Hal itu jelas menjawab lontaran skeptis dengan alasan partai pengusung takkan capai syarat ambang batas pilpres. “Apalagi gemuruh arus perubahan makin menggaung,” kata Andi di Jakarta kepada wartawan di Jakarta, (22/10/23).
Dikatakan Mantan Ketua Umum PBNU era KH Hasyim Muzadi itu bahwa, peta kekuatan saat ini setelah memperhatikan pasangan Ganjar-MMD, dan kemungkinan besar Pasangan Prabowo-Gibran, semakin memudahkan kemenangan di Pilpres. Di mata mantan politisi Senayan Dua Periode itu, jalan kemenangan makin terang. “Kalau melihat materi pemainnya seperti sekarang, kemenangan pasangan AMIN [Anies-Muhaimin], malah lebih menguat,” ungkapnya.
Menurut AJD, sapaan Akrab Ketum Pergerakan Aktifis Nahdliyin Nusantara (PeranNU) ini, Kehadiran Prof. Mahfud MD, tak akan menggoyahkan dukungan kepada Anies-Muhaimin.
Pasalnya menurut Doktor yang ahli statistik itu, Anies hanya butuh sekitar 25-30 persen pemilih Nahdliyin Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk menguasai dukungan elektoral di Pulau Jawa. Sementara di Luar Pulau Jawa, Muhaimin sudah leading sejak awal.
Dalam analisanya selaku Ketum PeranNu yang banyak berkeliling daerah yang berbarengan dengan giatnya mengukuhkan dan melantik Pengurus Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) di 28 Provinsi, potensi kemenangan dapat di raih baik putaran pertama maupun putaran ke dua.
Potensi itung diperoleh saat berdialog dengan banyak kalangan di daerah yang menginginkan perubahan wajah rejim kekuasaan saat ini. Bukan hal yang sulit saat ini urainya, dimana dua pasangan kompetitor dipahami masyarakat sebagai bagian dari rejim saat ini. “Dua pasang kompetitor AMIN saat ini lebih merepresentasikan kekuatan status quo,” ujarnya.
AJD menyebutkan faktor Cak Imin menjadi kunci kemenangan Anies Baswedan saat ini. Maka itu sejak awal, kehadiran PeranNU menghimpun aktifis Nahdliyin untuk membuka jalan mendekatkan Anies ke kalangan Nahdliyin.
Meski MMD yang juga berasal dari kalangan Nahdliyin, menurutnya, masih tak terkejar. Sebab secara staistik Anies hanya butuh sekitar 25% suara NU, sementara kehadiran Gus Muhaimin bagi Anies jauh melebihi angka tersebut. Alasannya, selain kental Ke-NUannya secara nasab dari para pendiri utama NU, juga memang menguasai basis politik NU sebagai Ketua Umum PKB.
Menyinggung kehadiran Pasangan Prabowo-Gibran, AJD mengaku tak terlalu mengkhawatirkan. Sebab wajah pasangan ini juga kental mewakili rejim Jokowi yang berhadapan dengan arus perubahan. Prabowo-Gibran mesti berebut pengaruh sisa-sisa kejayaan Jokwi yang masih menjabat presiden.
Dalam pandangannya, Prabowo-Gibran selain harus berebut dukungan masa lalu yang artinya berbagi dukungan dengan Ganjar-MMD, pasangan itu juga harus berhadapan dengan tudingan Politik Dinasti yang konotasi di masyarakat agak jelek. Bahkan kental kecenderungan menggunakan instrumen negara untuk memuluskan politik dinasti itu.
Berkaitan posisinya sebagai Ketum DPP PeranNU sebagai salah satu organ relawan taktis pemenangan AMIN, AJD rajin bertemu dengan banyak pihak. Utamanya para Kiyai, mantan pucuk pimpinan PBNU, KH. Sa’id Agil Sirajd. Ia juga diketahui rajin mengumpulkan aktifis muda pengurus PMII dan HMI untuk dikoksolidasika.
Terakhir, AJD nampak hadir dalam sebuah lesehan angkringan di kawasan Pejaten bersama sejumlah aktifis muda millenial. Diketahui, hadir diacara santai yang di fasilitasi mantan Ketua Umum PB HMI (MPO), Dr. Affandi Ismail, antara lain, Ketua Umum SEMI, KAMMI, Ketua Umum Pemuda Persis dan sejumlah Pengurus PB HMI aktif maupun yang purna.***
Penulis : Budiana
Editor : Budiana








