JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM—Pengamat hubungan internasional Hikmahanto Juwana mengatakan sudah waktunya kelompok negara Asia Tenggara (Asean) melakukan revitalisasi aliansi kekutaan pertahanan dan ekonomi di tengah peta politik global yang diwarnai peperangan saat ini.
Menurut rektor Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) tersebut, Indonesia harus mengembalikan posisi kepemimpinannya di kawasan karena tidak ada jaminan di masa datang tidak akan ada perang.
Dia mencontohkan perang Rusia-Ukraina yang tidak diperkirakan sebelumnya karena kedua negara sama-sama aliansi Eropa. Begitu juga dengan perang Pakistan-India yang baru saja terjadi.
Setidaknya, kawasan Asia Tenggara akan terdampak kalau terjadi perang seperti yang terjadi antara Pakistan dan India saat ini, katanya. Bahkan bukan tidak mungkin akan terjadi perang besar kalau China mencaplok Taiwan yang selama ini didukung oleh Amerika Serikat. “Saya rasa itu perlu revitalisasi Asean melalui aliansi pertahanan dan kekuatan ekonomi yang sebelumnya sudah ada,” ujar Hikmahanto dalam acara diskusi bertajuk “Mitigasi Geopolitik Indonesia Menghadapi Dampak Perang India-Pakistan” yang diadakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen bekerja sama dengan Biro Pemberitaan DPR, Jumat (16/5/2025).
Dia mengakui selama ini sudah ada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), akan tetapi organisasi tersebut belum mampu mendorong penguatan ekonomi kawasan. Sedangkan Asean sendiri belum menunjukkan peran strategisnya dalam menjaga stabilitas di kawasan.
Pada bagian lain, Hikmahanto mengatakan bahwa Indonesia belum perlu mengubah politik luar negerinya yang bebas aktif di tengah berbagai perang saat ini. Dia mengatakan justru dalam kondisi berbagai aliansi pertahanan dunia melemah, Indonesia hsrus memperkuat politik luar negerinya yang bebas aktif.
Sementara itu, Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengatakan bahwa perang Paksitan-India telah mengubah peta aliansi politik global.
Menurutnya, Indonesia harus menentukan arah politiknya dengan menaikan posisi tawar sebagaimana juga yang dilakukan sejumlah negara.
Menurutnya, aliansi negara-negara yang mendukung posisi China saat ini semakain kuat, sedangkan aliansi yang dipimpin Amerika Serikat terus melemah akibat perpecahan dengan Uni Eropa. Karena itulah Indonesia harus bisa memainkan peran strategisnya sebagai salah satu kekuatan dunia, katanya.***
Penulis: John Andhi Oktaveri
Editor : John Andhi Oktaveri








