Nasional

Andi Jamaro Dulung: Forum Sesepuh Bukan Struktur PBNU

Andi Jamaro Dulung: Forum Sesepuh Bukan Struktur PBNU
Ketua PBNU Periode 2000–2010, Andi Jamaro Dulung/Foto: Budiana

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Ketua PBNU Periode 2000–2010, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa
organisasi Nahdlatul Ulama (NU) memiliki perangkat yang baku dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Peraturan Perkumpulan (Perkum). Dengan kata lain struktur PBNU sangat jelas dalam pengambilan sebuah keputusan.

Lebih jauh Andi Jamaro Dulung menjelaskan bahwa NU memiliki alat kelengkapan organisasi yang baku, yakni Mustasyar, Syuriyah, Tanfidziyah dan lembaga-lembaga, serta badan otonom. Seluruh unsur tersebut telah diberi batas tugas, kewenangan, serta mekanisme pengambilan keputusan masing -masing. “Semua perangkat organisasi sudah jelas. Setiap alat kelengkapan memiliki ruang musyawarah dan mekanisme keputusan yang mengikat di tingkatnya. Itulah yang menjadi fondasi tertib organisasi NU,” ujarnya, Minggu (7/12/2025).

Dikatakan AJD-sapaan akrabnya, mencontohkan Majelis Syuriyah di tingkat MWC yang secara tegas memiliki mekanisme musyawarah tersendiri. Pola pengambilan keputusannya juga telah ditata rapi dalam sistem konstitusi organisasi.

Dalam penjelasannya, AJD juga menegaskan bahwa NU tidak mengenal alat kelengkapan bernama ‘Forum Sesepuh’. Istilah tersebut tidak tercantum dalam AD/ART maupun Perkum, serta tidak menjadi bagian dari struktur resmi organisasi. “Tidak ada yang namanya forum sesepuh dalam perangkat NU. Yang ada ialah struktur formal yang telah ditetapkan. Organisasi sebesar NU harus berjalan berdasarkan aturan, bukan lewat forum-forum yang tidak memiliki dasar konstitusional,” tegasnya.

Namun AJD mengingatkan bahwa kepatuhan pada mekanisme resmi merupakan kunci menjaga marwah dan tertib jam’iyyah. NU, lanjutnya, telah memiliki sistem yang lengkap sehingga tidak membutuhkan format-forum tambahan di luar kerangka yang sudah digariskan para pendiri. “NU bisa kokoh seratus tahun lebih karena berjalan berdasarkan aturan mainnya sendiri. Kembali ke AD/ART adalah cara terbaik menjaga kehormatan organisasi,” tutupnya.***

Penulis : Budiana
Editor   : Budiana

BERITA POPULER

To Top