Investasi

Semester I-2021, Realisasi Investasi Industri Mamin Capai Rp36 Triliun

Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Industri makanan dan minuman (Mamin) merupakan salah satu sektor primadona yang membuat kinerja ekspor manufaktur nasional meroket sepanjang semester I tahun 2021. Total nilai ekspor industri pengolahan nonmigas pada Januari-Juni 2021 mencapai USD19,58 miliar atau naik 21,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dua perusahaan, yakni
PT Unilever Indonesia (Walls Factory) dan Mondeléz Indonesia (pabrik biskuit Oreo dan Ritz) di Kawasan Industri Jababeka, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/7). Proses utilisasinya selama masa pandemi sama-sama menyentuh di angka kisaran 89%.

Artinya, produktivitas tetap berjalan dan justru permintaannya semakin meningkat, baik di pasar domestik maupun mancanegara. “Dengan adanya SE Menperin, kami juga ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi,” kata Direktur Jenderal Agro Kemenperin, Putu Juli Ardhika di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Putu memberikan apresiasi kepada kedua produsen mamin tersebut, karena di masa pandemi tetap mengapalkan produknya ke pasar ekspor. Hal ini memberikan dampak terhadap peningkatan devisa dan menunjukkan bahwa produk industri nasional berdaya saing di kancah global. “Misalnya, Unilever yang mengekspor es krimnya ke pasar Australia dengan menggunakan alat penyimpan berteknologi modern,” terangnya.

Bahkan, lanjut Putu, dari sisi investasi, industri mamin mampu merealisasikan dananya sebesar Rp36,6 triliun pada semester I-2021 di tengah dampak tekanan pandemi Covid-19. Jumlah tersebut, meliputi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp14,7 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp21,9 triliun.

“Guna semakin memacu kinerja gemilang dari industri mamin tersebut, Kemenperin bertekad untuk menjaga ketersedian bahan baku sehingga bisa tetap beraktivitas produksinya. Selain itu, memberikan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal hingga kemudahan perizinan,” papar Putu.

Selain berorientasi ekspor, industri mamin juga tergolong sektor padat karya dan menjalankan hilirisasi atau meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri. “Contohnya di Mondeléz, yang menyerap cokelat dari delapan kabupaten di Pulau Sumatera dan Sulawesi. Selain itu, perusahaan yang memproduksi Oreo ini mampu memberdayakan petani cokelat lebih dari 30 ribu orang, yang tentunya membawa dampak ekonomi bagi keluarga dan wilayahnya,” tutur Putu.

Kepala Pabrik Cikarang Mondelez Indonesia, Zaenal Abidin mengungkapkan, perusahaan menambah investasi sebesar USD23 juta untuk memenuhi tingginya permintaan pasar ekspor. Lini produksi baru yang akan menyerap tenaga kerja sebanyak 100 orang ini akan memproduksi Oreo dengan pangsa pasar 60% untuk ekspor dan sisanya 40% mengisi pasar dalam negeri.

“Lini baru ini akan beroperasi mulai November tahun 2021 dengan memiliki kapasitas produksi sebesar 43 ribu ton Oreo per tahun. Jadi, kami akan punya total enam lini, yang tahun kemarin sudah produksi sebanyak 85 ribu ton biskuit per tahun. Selama ini, produk kami telah menembus ekspor ke 38 negara,” pungkasnya. ***

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top