Market

Perang Dagang AS Vs China, Cegah Corona Dulu, Baru Ekonomi 

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM  – Di tengah menyebarnya virus corona dan perang dagang AS Vs China yang belum berakhir, ekonom senior INDEF Dradjat Wibowo mengatakan tidak ingin masuk ke isu geopolitik dulu, yang jadi prioritas saat ini bagaimana mencegah pandemi COVID-19.
“Kita tak usah masuk pada pwragang dagang khususnya antara Amerika Serikat vs China dan pengaruhnya terhadap Indonesia. Yanh penting bagaimana vegah Covid-19 ini,” tegas Dradjat, Kamis (19/3/2020).
Menurut politisi PAN itu yang lebih penting bagaimana Indonesia mampu mencegah dan menanggulangi pandemi virus corona ini. Karena itu dia berharap pemerintah lebih memprioritaskan pencegahan penyebaran SARS-CoV-2 supaya Indonesia terhindar dari wabah COVID-19. “SARS-CoV-2 adalah nama virusnya, sementara COVID-19 adalah nama penyakit yang disebabkannya,” jelas mantan anggota Komisi XI DPR FPAN itu.
Dradjat itu yang harus lebih diprioritaskan dari jargon “menyelamatkan ekonomi”. Kenapa? Melihat pengalaman China, Iran dan Italia, ketika wabah sudah meluas, aktifitas ekonomi apa yang bisa diselamatkan? Ketika satu negara, wilayah atau kota harus dikarantina total (lockdown), kegiatan bisnis dan ekonomi otomatis berhenti hampir total. Sehingga masyarakat lebih fokus pada penanggulangan penyakit.
“Jadi, pemerintah perlu memilih prioritas yang benar. Sehingga  pencegahan penyebaran ini menjadi amat sangat krusial mengingat terbatasnya kapasitas pelayanan kesehatan (Yankes) oleh rumah sakit dan puskesmas di Indonesia,” kata Dradjat lagi.
Kedua, stimulus ekonomi penting tapi jika wabah terjadi, maka stimulus itu akan seperti kertas yang habis terbakar api. “Maka dana APBN yang terbatas sebaiknya direalokasikan untuk meningkatkan kapasitas RS dan Puskesmas menghadapi risiko wabah COVID-19,”  ungkapnya.
Ia berharap pemerintah bisa memakai dana itu untuk menyediakan sebanyak mungkin test kits cepat. Mengugat test kits yang dibuat di Singapore bisa memberikan hasil akurat dalam 3 jam. “Ini jauh lebih cepat dari yang biasanya 7 jam. Di Indonesia, hasil tes baru diketahui paling cepat 3 hari,” tambahnya.
Padahal, tes yang lambat jelas mempersulit pemotongan jalur penyebaran virus. Sehingga  lambat pula memisahkan orang yang terinfeksi dari yang sehat. Karenanya, tes yang cepat dan masif menjadi salah satu faktor keberhasilan Korsel menekan wabah.
Dengan demikian dana APBN perlu dialokasikan untuk APD (alat pelindung diri) bagi dokter dan tenaga medis lainnya. Mereka itu komandan dan prajurit di garis terdepan. Apalagi sebagian mereka hanya memakai jas hujan? Jumlah ruang isolasi juga harus cepat ditambah. “Tidak etis menyebutkan jumlahnya sekarang. Yang penting: cepat ditambah. Termasuk bagi RSUD di kabupaten yang jauh dari kota besar. Intinya, kerahkan kekuatan kita yang terbatas ini untuk mencegah wabah. Ekonomi menyusul kemudian,” pungkasnya.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top