Industri & Perdagangan

Misbakhun: Perlakuan Istimewa Cukai KLM Marlboro Berpotensi Merugikan Negara

Misbakhun: Perlakuan Istimewa Cukai KLM Marlboro Berpotensi Merugikan Negara
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun/Sumber Foto: Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mendesak aparat hukum, baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejakgung) menyelidiki selisih cukai Kelembak Menyan (KLM) dari perusahaan rokok besar, yaitu KLM Marlboro buatan HM Sampoerna. Alasannya, perusahaan rokok yang mayoritas sahamnya dimiliki Philip Morris itu memperoleh perlakuan istimewa dalam hal cukai untuk KLM Marlboro. “KLM Marlboro sejak dipasarkan pada awal tahun ini hanya dikenai cukai Golongan II (Rp25 per batang). Semestinya KLM Marlboro sejak dipasarkan langsung dikenai cukai Golongan I (Rp440 per batang),” kata Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam keterangan persnya, Minggu (10/7/2022).

Menurut Misbakhun, ada selisih cukai KLM Marlboro sebesar Rp415 per batang. Dengan asumsi selama setengah tahun ini jumlah KLM Marlboro yang diproduksi sebanyak 500 juta batang. “Artinya ada ratusan miliar uang negara dari cukai yang dinikmati perusahaan?,” ungkapnya seraya mempertanyakan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 109/PMK.010/2022 yang merevisi PMK Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris itu memasukkan KLM buatan pabrik rokok dengan kapasitas produksi lebih dari 4 juta batang per bulan ke dalam Golongan I atau dikenai cukai Rp440 per linting. “Adapun KLM buatan pabrik berkapasitas produksi kurang dari 4 juta batang per bulan masuk Golongan II (tarif cukai Rp25 per batang),” jelasnya.

Legislator Golkar dari Dapi Jatim II ini mengungkapkan beleid baru dari Menteri Keuangan Sri Mulyani itu patut disayangkan, karena tidak mengatur kuasa penagihan atas selisih cukai dari KLM buatan perusahaan rokok besar. “PMK ini seharusnya berisi aturan yang memberikan kuasa menagih selisih cukai yang seakan-akan selama ini belum diatur sehingga dianggap menjadi celah yang dimanfaatkan oleh perusahaan rokok besar untuk membuat dan mengedarkan KLM. Selisih itu yang harus dikejar,” paparnya lagi.

Karena itu, Misbakhun meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) mencermati hal itu. Misbakhun menyatakan KPK memiliki Tim Strategi Nasional Pemberantasan Korupsi (Stranas PK). “Tim Stranas PK di KPK bisa bergerak karena telah memasukkan persoalan optimalisasi penerimaan negara dari cukai sebagai bagian Aksi Pencegahan Korupsi Tahun 2021-2022. Sementara Kejagung, itu mampu mengusut kasus Minyak goreng dengan mencari pelanggar hukum yang merugikan negara. Seharusnya di soal tembakau ini juga mampu,” tambah Alumni Politeknik Keuangan Negara STAN tersebut.

Di sisi lain, Misbahkum menuturkan kelembak menyan merupakan bentuk kearifan lokal (local wisdom). Rokok beraroma khas itu sangat dikenal oleh kalangan petani dan buruh di wilayah Magelang, Temanggung, Banyumas, Purbalingga, maupun daerah pesisir selatan Jawa Tengah, seperti Purworejo, Cilacap, dan Kebumen. “Oleh karena itu, pihaknya menduga Philip Morris memanfaatkan kapasitas produksi dan jaringan pemasaran HM Sampoerna untuk memasifkan peredaran KLM Marlboro,” ucapnya.

Lebih jauh Politisi Golkar ini menduga data dari HM Sampoerna  memperlihatkan tingkat produksi KLM pada Februari 2022 sebesar 93 persen dibandingkan pabrik lain. Namun, angka itu melonjak menjadi 98 persen pada Maret 2022.

Misbakhun menyebut HM Sampoerna juga mengajukan penetapan tarif cukai KLM di 7 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), yakni Cilacap, Tegal, Jogja, Kediri, Cirebon, Gresik, dan Madiun.

Oleh karena itu, Misbakhun menganggap perlakuan istimewa soal cukai untuk KLM Marlboro tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam industri rumahan di berbagai daerah.

Menurut dia, rerata kemampuan produksi industri rumahan KLM hanya 4.000 batang per bulan. Adapun HM Sampoerna, kata Misbakhun, sanggup memproduksi 52 juta batang per bulan. “Philip Morris tidak punya rekam jejak kretek di Indonesia, tetapi masuk ke pasar kelembak menyan melalui HM Sampoerna. Ini jelas menjadi ancaman bagi industri rumahan kelembak menyan,” ucap Misbakhun. ***

Penulis      :    Iwan  Damiri 
Editor        :   Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top