Industri & Perdagangan

Masuk Pelabuhan Merak, NLE Mampu Ciptakan Ekosistem Logistik Efisien

Masuk Pelabuhan Merak, NLE Mampu Ciptakan Ekosistem Logistik Efisien
Ilustrasi Pelayanan/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Penggunaan  terus dipeluas implementasinya hingga ke Pelabuhan Merak. Langkah ini untuk mendukung Penataan Ekosistem Logistik Nasional (National Logistics Ecosystem/NLE). “Ini wujud nyata menghilangkan hambatan dan meningkatkan kecepatan arus barang. Sekaligus pengurangan biaya logistik dalam perdagangan internasional maupun domestik,” kata Kepala Subdirektorat Integrasi Proses Bisnis Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan, Erwin Hariadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (05/10/2021).

Menurut Erwin, NLE mampu menciptakan ekosistem logistik yang efisien, standar, sederhana, murah, dan transparan. “Kita berupaya untuk melakukan simplifikasi layanan pemerintah,” ucapnya.

Erwin menjelaskan dengan menerapkan SSm QC yang didukung kolaborasi profil risiko instansi Karantina dan Bea Cukai, pelaku usaha hanya perlu melakukan satu kali submit data terkait pemeriksaan barang melalui Sistem Indonesia National Single Window (INSW). “Pertimbangan profil risiko tersebut yang akan menentukan pemeriksaan dilakukan secara bersama antara BC dan Karantina atau dilakukan pemeriksaan mandiri oleh instansi terkait.”

Selain memudahkan pelaku usaha, implementasi SSm QC juga menjadikan proses pengajuan pada Kementerian/Lembaga terkait dapat diukur karena Standar Operational Procedure bersama dan service level agreement.

Sementara itu, Kepala LNSW M. Agus Rofiudin mengungkapkan selain meningkatkan validitas dan sinkronisasi data, SSm QC diyakini mampu menurunkan biaya dan membuat waktu proses layanan makin efisien. “Implementasi SSm QC terbukti mampu mengefisiensikan waktu dan biaya layanan importasi komoditas karantina,” jelasnya.

Sejak bulan Juni 2020 hingga September 2021, estimasi penghematan biaya melalui program ini tercatat 25,29% serta rata-rata efisiensi waktu sebesar 14,72%. Sebelumnya, SSm QC telah diberlakukan pada empat pelabuhan yakni Belawan, Tanjung Emas, Tanjung Perak, dan Tanjung Priok. SSm QC akan terus diperluas implementasinya di sejumlah pelabuhan lain. Dengan demikian SSm QC diharapkan akan dapat berkontribusi positif bagi penataan ekosistem logistik nasional dan meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia. ***

 

Penulis : Iwan
Editor : Kamsri

BERITA POPULER

To Top