Industri & Perdagangan

Kurangi Impor, MPR Minta Produksi Vaksin Merah Putih Dipercepat

BANYUWANGI, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mendesak pemerintah perlu memberikan dukungan prioritas khususnya pada upaya percepatan pengembangan produksi Vaksin Merah Putih.

Hal ini bukan hanya sekedar menghargai produk karya anak bangsa, namun juga merupakan kebanggaan nasional. “Keberadaan Vaksin Merah Putih bisa segera mengurangi ketergantungan pada vaksin impor yang harganya dangat mahal sehingga bisa mengurangi beban anggaran nasional,” kata Anggota MPR Anas Thahir dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar di Banyuwangi, Senin (8/2/2021).

Berdasarkan catatan, pemerintah menganggarkan impor Vaksin Covid-19 mencapai Rp73 Triliun. “Karenanya saya sangat berharap agar pemerintah bisa bekerja dua kali lebih keras agar produk vaksin merah putih yang rencananya baru akan siap pada akhir 2022, sedapat mungkin bisa dipercepat 6 sampai 10 bulan lebih awal,” tambahnya anggota Fraksi PPP.

Seperti diketahui pemerintah mengembangkan sekitar 6 Vaksin Merah Putih, a
Ada enam lembaga dan Universitas yang terlibat dalam konsorsium yakni LBM Eijkman, LIPI, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia.

 

Keenamnya menggunakan beberapa platform untuk digunakan dalam vaksin. Misalnya Eijkman dan LIPI menggunakan Rekombinan protein, Unair dengan adenovirus, vector adenovirus dan protein Rekombinan untuk ITB, UGM menggunakan Rekombinan Protein serta UI menggunakan DNA, mRNA serta Viral Like Particle atau VLP.

Terkait permintaan Kemenkes yang mengajukan tambahan anggaran tahun 2021 sebesar Rp134.46 Trilliun, Legislator dari Dapil Jatim III berharap agar DPR bisa menyetujuinya.

Namun pemerintah diminta menggunakan anggaran tersebut dengan cermat dan penuh kehati-hatian. “Sehingga anggaran sebesar itu benar-benar bisa menekan dan mengurangi secara signifikan sebaran covid 19 di Indonesia yang sampai saat ini masih sangat tinggi,” terangnya lagi.

Lebih jauh Anas menjelaskan untuk mempercepat upaya testing dan tracing Covid-19 secara massal dan merata di seluruh daerah, maka perlu mempertimbangkan keterlibatan TNI/POLRI lebih bisa ditingkatkan. “Karena realitasnya dua lembaga memiliki kesiapan lebih dibanding lembaga-lembaga lain yang ada,” tegasnya.

Disamping sudah terbiasa menghadapi situasi darurat, TNI/POLRI juga memiliki personal dan pasukan yang cukup.
Memiliki alat kelengkapan yang lebih dari memadai.

Bahkan juga memiliki jaringan birokrasi yang merata di seluruh tanah air sampai ke tingkat paling bawah. Dengan demikian kita bisa berharap penanganan Covid 19 ini bisa berjalan cepat. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top