Market

Kuartal I 2023, MTEL Raup Pendapatan Sewa Tower Rp 1,73 Triliun

Kuartal I 2023, MTEL Raup Pendapatan Sewa Tower Rp 1,73 Triliun
Ilustrasi Menara BTS/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMPT.Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel mengklaim pendapatan dari bisnis penyewaan menara (tower leasing) tumbuh 18,8 persen dibandingkan kuartal I-2022. Adapun pendapatan itu mencapai sebesar Rp 1,73 triliun. “Portofolio tower leasing terus menjadi pendorong pertumbuhan perusahaan, didorong oleh pendapatan tenant dan kolokasi,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Rabu (17/5/2023).

Selain tower leasing, kata Theodorus, emiten berkode MTEL yang bergerak di bidang penyedia layanan infrastruktur digital ini, memiliki portofolio bisnis lain terkait ekosistem menara (tower related business). Bisnis lain terkait menara di antaranya yakni bisnis layanan fiberisasi ke tower (fiber to the tower), managed service, dan project solution. Mitratel juga sedang menginisiasi bisnis power to the tower, edge infra solution, dan active equipment services.

Menurut Theodorus, selama periode kuartal I-2023, portofolio bisnis lain terkait menara mencatatkan porsi pendapatan sebesar 6 persen. Selain itu, dari segmen jaringan fiber optic berkontribusi 2 persen terhadap pendapatan. Saat ini Mitratel tercatat pula telah berhasil mengakselerasi kepemilikan jaringan fiber hingga 26.000 kilometer sebagai hasil ekspansi organik maupun inorganik.

Theodorus menjelaskan, power to the tower dan edge infra solution merupakan inisiatif bisnis baru yang sedang disiapkan sebagai mesin pertumbuhan baru perusahaan. Komersialisasi layanan Mitratel selaras dengan akselerasi program pengembangan layanan jaringan seluler dari MNO. “Seluruh portofolio kami ini memperkuat kapasitas Mitratel untuk menyediakan infrastruktur digital yang handal dan teruji kepada pelanggan kami, yaitu para operator seluler,” kata dia.

Adapun model bisnis power to the tower ini adalah penyediaan sumber energi baik di site-site on grid atau terkoneksi dengan sumber energi utama, maupun off grid atau jaringan yang tidak terhubung ke listrik PLN.

Dikatakan Theodorus, tersedianya infrastruktur digital seperti menara telekomunikasi dan fiberisasi, memberikan dampak pada akselerasi digitalisasi yang memudahkan publik mengadopsi solusi digital termutakhir sehingga dapat mendorong peningkatan aktivitas dan produktivitas ekonomi nasional. “Dalam hal ini Mitratrel akan berupaya untuk selalu memberikan kontribusi maksimal untuk pengembangan transformasi digital di Indonesia,” pungkasnya.***

Penulis  : Budiana
Editor    : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top