Perbankan

Gandeng UGM, Muamalat Institute Siapkan SDM Tangguh Dalam Kompetisi Industri Keuangan Syariah

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Industri keuangan syariah di Indonesia terus berkembang pesat. Karena itu harus ditopang oleh keberadaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. “Kita perlu menyiapkan sumber daya manusia di bidang ekonomi syariah, atau industri keuangan syariah yang unggul, berkualitas dan berkompeten,” kata Executive Director MuamaIat Institute Anton Hendrianto usai menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Muamalat Institute (MI) dengan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), di Jakarta, Rabu (11/8/2021).

Dalam perjanjian kerjasama tersebut UGM diwakili oleh Pelaksana Tugas Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Agus Maryono dan turut hadir pula Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI, Anggito Abimanyu. “Kerjasama ini juga dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi profesi,” ujar Anton lagi.

Lebih jauh kata Anton Hendrianto, kerja sama ini merupakan tanda-tanda yang baik, bersinergi untuk menghasilkan generasi muda yang lebih baik guna membangun perekonomian halal di Indonesia yang sangat memiliki potensi sangat besar.

Dikatakan Anton, kerjasama ini akan bersifat resiprokal untuk Industri dan Universitas dengan tujuan menciptakan ekosistem yang kuat dari semua pemangku kepentingan, terutama memasuki bonus demografi pada satu dekade kedepan, maka peningkatan kompetensi akan menjadi kata kunci.

“Kita harus berubah, bersinergi antara dunia kampus dan industri, agar bersama-sama bisa menciptakan generasi muda yang unggul dan berkompeten, khusus di bidang ekonomi syariah, atau industri keuangan syariah,” terangnya.

Bahkan Anton yang juga pejabat senior di Bank Muamalat Indonesia mengaku optimis, bahwa Muamalat Institute, Bank Muamalat Indonesia, beserta Sekolah Vokasi UGM bisa menjadi pelopor kemajuan ekonomi syariah atau Industri keuangan syariah di Indonesia, mengungguli negara-negara lain.

Pernyataan Anton mendapatkan dukungan Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu yang ikut hadir dalam seminar tentang “Kontribusi Dana Haji dalam Perbankan Syariah”.
“Manusia yang berkualitas akan menjadi Game Changer dan faktor pembeda dalam persaingan usaha dan kerjasama ini menjadi pionir pada industry keuangan syariah,” ujarnya.

Lebih jauh Anggito menjelaskan leader masa depan itu tidak hanya mementingkan keuntungan saja, tetapi harus memberikan dampak sosial yang positif di tengah-tengah masyarakat. “Agar ekosistem ini berjalan sebagaimana mestinya, jadi kita bersama-sama akan menyiapkan generasi muda unggul, berkompeten, dan berguna bagi masyarakat,” paparnya.

Sementar itu, Pelaksana Tugas Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Agus Maryono mengungkapkan dirinya amat senang karena dapat terwujudnya perjanjian kerjasama antara Sekolah Vokasi UGM dan Muamalat Institute.

“Kerjasama ini merupakan keinginan untuk saling menunjang peran para pihak, dalam upaya peningkatan produktivitas dan daya saing lulusan melalui sektor pendidikan,” tuturnya.

Malah Agus Maryono berharap melalui kerjasama ini, mahasiswa Vokasi kami betul-betul memahami dunia industri, dunia kerja, dan dunia usaha. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top