Industri & Perdagangan

Dua Masalah Hambat Pengembangan Industri Mamin, Mebel dan Kosmetik

Dua Masalah Hambat Pengembangan Industri Mamin, Mebel dan Kosmetik
Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi Saat RDPU dengan Sejumlah Asosiasi Perusahaan Non Manufaktur/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi menyoroti dua masalah besar yang menghambat perkembangan industri nasional di dalam negeri. Pertama soal
ketergantung bahan baku impor dan kedua, masalah hambatan perizinan. “Inti masalahnya, perizinan yang membebani biaya produksi barang dan soal bahan baku yang masih impor. Tentu akan sulit bersaing dengan negara-negara yang lengkap memiliki industri hulu hingga hilirnya,” katanya dalam rapat Komisi VI DPR, Senin (24/01/2022).

Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dipimpin Wakil Ketua Komisi VI DPR, Martin Manurung dihadiri Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Ketua Presidium Himpunan Industri Mobel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetik Indonesia (PERKOSMI), dan Ketua Umum Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia, Mendapatkan Masukan dari Asosiasi Perhimpunan terkait dengan Bidang Masing-masing.

“Kita berharap komisi VI DPR bisa memfasilitasi, dan mengintegrasikan serta simplikasi dan regulasi antar kementerian serta lembaga. Sehingga produk-produk Indonesia bisa betul betul bersaing di luar negeri,” ujar Intan lagi

Kalau bicara soal pangsa pasar, kata anggota Fraksi PAN lagi, pasar Indonesia ini sangat besar sekali. Namun anehnya tidak banyak pengusaha yang mau terjun langsung ke industri hulu, yakni industri yang memproduksi bahan baku. “Ya, memang investasinya besar, tapi masalahnya pohon industri ini tidak akan penah selesai. Karena semua berkutat di hilir saja,” ungkap Alumnus FHUI.

Legislator dari Dapil Jabar VI ini mendesak pemerintah agar memberikan stimulus bagi pengusaha yang mau berinvestasi pada sektor hulu. “Agak aneh juga, kenapa Perkosmi tak mau main di sektor bahan baku. Padahal, jumlah perusahaan kosmetik cukup besar pemainnya. Bahkan tanaman herbal yang dibutuhkan itu bisa lebih dari 300 ribu macam yang bisa dijadikan sebagai bahan baku alami dan halal, sertya bisa diserap. Karena yang penting pasarnya ada,” ungkapnya.

Disisi lain, Intan juga menyoroti perusahaan -perusahaan mebel yang bahan bakunya masih dari impor. Bahkan sejumlah perusahaan asing malah sudah membuka outletnya di tanah air. “Makanya, kita mendorong pelaku usaha mebel ini bersinergi UKM lokal. Sehingga bisa menyaingi produk luar.”

Tentu sangat ironis, sambung Ketua PUAN, ritel IKEA dan INFORMA sampai menjual produk gerabah, padahal produk ini banyak sekali dibuat UKM lokal. “Sebetulnya, kalau produk UMKM bisa masuk standar IKEA ini, berarti bisa menembus pasar ekspor.” ***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Kamsari

 

BERITA POPULER

To Top